seni belajar
20% dari waktu Anda menghasilkan 80% hasil
Ke mana perginya sisa 80% waktu itu — pertanyaan inilah yang tidak pernah ditanyakan siapa pun.
Saya mulai dengan sebuah hitungan yang terasa tidak nyaman saat pertama kali didengar.
20 persen dari waktu Anda menghasilkan 80 persen hasil.
Artinya, sebagian besar waktu dalam hari Anda menghasilkan relatif sedikit.
Ini bukan tuduhan malas. Ini soal struktur. Dan jika Anda mengetahuinya, banyak hal bisa berubah.
Hari ini saya akan membahas tiga pilar.
Pilar 1 — Pareto principle (80/20)
Langkah pertama: tentukan prioritas dengan meluangkan waktu sebelumnya.
Jangan menentukan apa yang akan dibaca setelah duduk untuk belajar — tentukanlah sejak awal. Sebab ketika harus memutuskan setelah duduk, otak akan memilih pekerjaan yang paling mudah, bukan yang paling penting.
Langkah kedua, dan ini sulit: pangkaslah sisa 80 persen pekerjaan yang hasilnya kecil — meski terasa tidak enak.
Menulis semua catatan dengan rapi, membaca semua bab dengan porsi sama, menghafal setiap detail — memangkas semua ini terasa berat, karena muncul pikiran, "Bagaimana kalau justru ini yang keluar?" Tetapi jika berusaha memegang semuanya, tidak ada yang beres.
Langkah ketiga, dan ini yang paling sering diabaikan: anggaplah istirahat, tidur, dan hobi sebagai bagian dari produktivitas. Ini bukan buang-buang waktu; ini bahan bakar mesin.
Pareto squared — sihir sesungguhnya ada di sini
Sekarang kita maju satu langkah.
Anda sudah memilih pekerjaan terpenting (itulah 20% Anda). Sekarang pecah pekerjaan itu juga, lalu carilah langkah-langkah di dalamnya yang bernilai 20 persen.
Lihat hitungannya: 20% dari 20% = 4% waktu. Dan 80% dari 80% = 64% hasil.
Hanya 4 persen waktu untuk 64 persen hasil.
Ada tiga manfaatnya: hasil datang jauh lebih cepat, procrastination berkurang (karena pekerjaan terasa kecil), dan tingkat keberhasilan meningkat.
Pilar 2 — Zeigarnik effect
Sebuah temuan menarik dalam ilmu psikologi: pekerjaan yang belum selesai menimbulkan ketegangan di otak. Pekerjaan yang sudah selesai dilepaskan otak, sedangkan yang belum selesai terus berputar-putar.
Apa artinya ini?
Syarat kemenangan Anda bukanlah "menyelesaikan" pekerjaan, melainkan "memulai dan membiarkannya belum selesai".
Mulai saja. Bacalah paragraf pertama, kerjakan soal hitungan pertama. Sisanya akan menarik dengan sendirinya.
Dan karena itulah target "hari ini saya akan menyelesaikan satu bab penuh" tidak berhasil, tetapi "hari ini saya hanya akan memulai" berhasil.
Zeigarnik squared dan reverse
Squared: Lakukan "mulai sebelum memulai". Rapikan meja, bukalah buku, aktifkan do-not-disturb — pada malam sebelumnya. Dengan begitu, duduk di pagi hari tidak lagi menjadi sebuah keputusan.
Reverse: Prinsip ini juga bekerja ke arah sebaliknya. Persulitlah memulai kebiasaan buruk. Taruh ponsel di ruangan lain, beserta pengisi dayanya. Keluarkan akun dari aplikasi-aplikasi. Setiap langkah tambahan akan bekerja untuk Anda.
Dan dengan ChatGPT, pengingat, dan automation, buatlah awal dari pekerjaan-pekerjaan baik itu semakin mudah.
Pilar 3 — Championship mentality
Ini pilar mental, dan dalam jangka panjang inilah yang terpenting.
Untuk menang pada tujuan akhir, tidak perlu memenangkan setiap pertandingan kecil di sepanjang jalan.
Jelek di satu ujian kelas? Rutinitas buyar sehari? Tidak paham satu bab?
Tim juara tidak memenangkan semua pertandingan. Mereka memenangkan kejuaraan.
Sesekali, ketika kalah dalam satu pertandingan, ambillah informasi berharga — di mana kelemahannya, persiapan mana yang tidak berhasil. Lalu susunlah rencana yang lebih baik.
Tetapi untuk itu, dua hal harus jelas:
- Apa sebenarnya "kejuaraan" Anda? (Ujian akhir? Ujian masuk? Penguasaan keterampilan?)
- Dan apa akibat sebenarnya dari kalah dalam satu pertandingan? (Biasanya jauh lebih kecil daripada yang kita bayangkan.)
Dan terakhir — bukan waktu, melainkan tindakan
Inilah hal yang paling penting.
Keyakinan datang dari tindakan, bukan dari sekadar menghabiskan waktu.
"Aku bersiap sedikit lagi, baru nanti mulai" — pikiran inilah yang paling banyak menyita waktu. Sebab persiapan tidak pernah terasa "cukup".
Daripada berpikir "nanti saja", jalankan satu percobaan kecil hari ini juga. Besok periksa bagaimana hasilnya. Lakukan iterate sedikit demi sedikit setiap hari.
Kalau tidak, yang terjadi adalah — waktu belajar itu nanti ditagih oleh kegagalan. Dan saat itu biayanya jauh lebih besar.
Besok hari ke-23 — cara melepaskan kelelahan dan benar-benar beristirahat.
Hari ini hanya satu tugas — buku yang akan Anda baca besok pagi, bukalah lalu letakkan di atas meja sebelum tidur. Zeigarnik squared.
Semoga Allah memberkahi waktu kita. Amin.
Tulisan ini diambil dari satu bagian buku "Seni Belajar". Kerangka lengkap, bab-bab lainnya, serta bagian ilmu, doa, dan ruqyah terdapat di dalam buku tersebut — lihat bukunya
Baca juga
Anda belajar selama 10 jam. Yang benar-benar dipelajari hanya setara 1 jam.
Hitungan yang tidak pernah diajarkan siapa pun kepada Anda — padahal inilah yang menentukan segalanya.
Di mana sebenarnya hambatan Anda?
Semua orang mencari teknik. Tetapi kalau teknik diterapkan di tempat yang salah, tidak ada yang berubah.
Anda sudah melakukan semuanya dengan benar. Lalu mengapa hasilnya tidak bergerak?
Anda menjalankan Anki, melakukan active recall, mengikuti spaced repetition — tetapi tetap saja mentok.