Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Seni Belajar — 30 Hari

seni belajar

Di mana sebenarnya hambatan Anda?

Semua orang mencari teknik. Tetapi kalau teknik diterapkan di tempat yang salah, tidak ada yang berubah.

seni belajarbelajartips belajarpelajarmetakognisi
Di mana sebenarnya hambatan Anda?

Saya mulai dengan satu pertanyaan. Pernahkah Anda melakukan hal seperti ini —

Anda menonton sebuah video di YouTube. Bapak itu bilang flashcard adalah segalanya. Anda mengunduh Anki dan menjalankannya tiga pekan. Hasilnya tidak seberapa.

Lalu ada video lain. Kali ini tentang Pomodoro. Anda mengatur timer, lalu membaca selama 25 menit setiap sesi. Dua pekan kemudian, Anda meninggalkannya juga.

Lalu Feynman technique. Lalu mind map. Lalu bangun pukul 4 pagi.

Setiap kali ada harapan baru, setiap kali kekecewaan yang sama. Dan setiap kali, kepercayaan pada diri sendiri berkurang sedikit demi sedikit.

Saya tahu rasanya. Terasa seperti ini — "Ini berhasil untuk semua orang, hanya untuk saya tidak. Berarti masalahnya ada pada diri saya."

Tetapi sebenarnya ceritanya lain.

Teknik-teknik itu tidak buruk. Masalah Anda memang bukan di sana.

Ibaratnya begini — Anda datang ke dokter dengan kaki yang sakit, lalu dokter tanpa bertanya nama dan keluhan langsung menuliskan obat tetes mata. Obatnya mungkin obat yang bagus. Tetapi bukan untuk penyakit Anda.

Obat dulu, diagnosis belakangan — inilah kesalahan yang kita ulangi dalam belajar bertahun-tahun.

Lalu bagaimana cara mendiagnosisnya?

Pertama, ada satu hal yang harus diterima. Belajar pada dasarnya terjadi di dalam otak — pada processing. Teknik itu sendiri tidak melakukan apa-apa; teknik hanya memaksa Anda berpikir dengan cara tertentu. Pada akhirnya, bagaimana Anda memikirkan informasi itulah yang menentukan hasilnya.

Dan proses berpikir itu dapat dipecah menjadi lima bagian. Di antara kelima bagian ini, yang paling lemah pada diri Anda — itulah hambatan Anda yang sebenarnya.

1. Deep processing (pemrosesan mendalam) Setiap kali membaca, tanyakan pada diri sendiri — "Apa yang saya pelajari sekarang ini isolated atau integrated?" Apakah Anda menghafal informasi yang terpisah-pisah, atau membandingkannya dengan pengetahuan sebelumnya lalu menempatkannya dalam gambaran besar? Bergeraklah perlahan ke arah integrated. Inilah yang membangun schema di kepala, dan schema-lah yang menguatkan ingatan.

2. Self-regulation (mengatur diri) Ini adalah sebuah siklus: memperhatikan cue → memantau (monitor) kondisi diri → melakukan adjustment kecil pada teknik → memperhatikan lagi. Orang yang belajar dengan baik mampu menyadari dirinya di tengah-tengah belajar — "Bagian ini tidak masuk ke kepala, saya ganti cara." Dan ingatlah, perubahan yang terasa sulit belum tentu salah; rasa sulit itu justru sering menjadi tanda kemajuan.

3. Mindset (pola pikir) Lihatlah kesalahan sebagai kesempatan belajar, bukan bukti kegagalan. Setelah cukup tahu, jangan terus mengumpulkan informasi — keluarlah dan lakukan "kesalahan pertama". Penelitian menyebutkan growth mindset membawa kemajuan sekitar 20 kali lebih cepat. Karena itu, di antara kelima hal ini, inilah yang paling perlu dibenahi lebih dulu.

4. Retrieval (latihan mengingat kembali) Jangan berhenti hanya pada flashcard. Prinsipnya adalah — "Berlatihlah seperti cara Anda akan bermain." Jika dalam ujian Anda harus menulis penjelasan, berlatihlah dengan menulis penjelasan. Dengan spaced retrieval (esok hari, sepekan kemudian, sebulan kemudian) dan interleaving (belajar dengan mencampur topik), ingatlah informasi yang sama dari sudut pandang yang berbeda-beda. Dengan begitu laju lupa melambat, dan penguasaan yang sesungguhnya pun datang.

5. Self-management (mengelola diri) Kesalahan terbesar di sini adalah label yang asal tempel. "Saya procrastinate", "Saya pemalas" — ini bukan informasi, ini kritik terhadap diri sendiri. Sebagai gantinya, rincilah: "Kalau setelah pukul 9 malam saya memegang ponsel, saya tidak menyentuh buku lagi." Sekarang masalahnya bisa dipecahkan.

Lalu berkomitmenlah sepenuhnya pada solusinya. Sebab kenyataannya — pekerjaan yang sulit bukanlah menemukan solusi. Pekerjaan yang sulit adalah teguh pada keputusan untuk berubah.

Tugas hari ini: Ambil selembar kertas. Tulis lima nama. Di samping masing-masing, beri diri Anda nilai dari 10. Yang nilainya paling rendah — kerjakan hanya itu selama dua pekan ke depan.

Empat lainnya biarkan dulu. Kalau mencoba membenahi semuanya sekaligus, tidak ada yang akan beres.

Besok hari ke-03 — mengapa active recall dan spaced repetition berhenti di satu titik, dan apa yang harus dilakukan saat itu.

Anda boleh menuliskan kelima nilai Anda di kolom komentar — kalau sudah ditulis, tumbuhlah rasa tanggung jawab.

Semoga Allah menganugerahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat. Amin.

Tulisan ini berasal dari salah satu bagian buku "Seni Belajar". Seluruh kerangka, bab-bab lainnya, dan bagian ilmu, doa, dan ruqyah ada di dalam buku tersebut — Lihat bukunya

Baca juga