Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Seni Belajar — 30 Hari

seni belajar

Terhenti Justru Saat Hendak Naik dari Bawah ke Atas

Menghafal dulu, lalu memahami, lalu menerapkan — urutan inilah pemborosan waktu terbesar Anda.

seni belajarbelajarpelajartips belajarbuku
Terhenti Justru Saat Hendak Naik dari Bawah ke Atas

Apakah Anda juga mengalaminya?

Anda menghafal bab pertama dengan sungguh-sungguh. Lalu bab kedua. Lalu bab ketiga.

Sesampainya di bab kelima, tiba-tiba Anda sadar — bab pertama hampir terhapus dari ingatan.

Anda kembali ke belakang. Lalu maju lagi. Dan silabusnya seolah tak pernah selesai.

Berputar dalam lingkaran ini dari bulan ke bulan, menumpuklah rasa lelah — lelah yang tidak hilang dengan tidur.

Hari ini saya akan katakan, kesalahannya bukan pada ketekunan Anda. Kesalahannya ada pada urutan.

Belajar memiliki enam tingkatan. Ini disebut Bloom's Taxonomy —

1. Remember — menghafal 2. Understand — memahami 3. Apply — menerapkan 4. Analyze — membandingkan dan menganalisis 5. Evaluate — menilai, sampai pada kesimpulan, lalu menopangnya dengan argumen 6. Create — menciptakan sesuatu yang baru

Setiap tingkatan membuka jenis hasil yang berbeda. Dan untuk hasil terbaik, target Anda seharusnya minimal tingkat lima.

Sekarang sampai pada inti persoalannya.

Hampir semua dari kita berpikir — hafalkan dulu, nanti dipahami, lalu diterapkan. Artinya dari bawah ke atas.

Inilah pemborosan waktu terbesar.

Sebab karena knowledge decay dan forgetting curve — kedua hal ini — apa yang dipelajari di tingkat bawah cepat terhapus. Akibatnya, sebagian besar waktu habis untuk mempelajari kembali hal-hal yang terlupa saat naik ke atas.

Anda memang melangkah maju, tetapi dari belakang tanah bergeser dengan kecepatan yang sama.

Solusinya: mulailah dari arah sebaliknya.

Mulailah dari tingkat lima (Evaluate), lalu turunlah ke bawah. Hal yang mengejutkan adalah — tingkatan-tingkatan bawah terpenuhi dengan sendirinya sebagai bonus.

Mengapa? Karena untuk menilai suatu gagasan, Anda harus memahaminya, harus membandingkannya, dan harus mengingat fakta-fakta pokoknya. Proses menilai itu sendiri menarik semua tingkatan lainnya.

Seperti apa wujudnya dalam praktik?

Misalkan satu bab memuat tiga teori. Dengan cara yang lazim, Anda akan menghafal definisi ketiganya.

Dengan cara terbalik, Anda akan bertanya — "Dari ketiga ini, mana yang memberi penjelasan paling kuat? Mengapa?" "Dalam situasi apa masing-masing runtuh?" "Jika harus memilih satu, mana yang saya pilih — dan apa argumen saya?"

Saat mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, Anda akan mempelajari definisi ketiganya — tetapi kali ini Anda tidak akan lupa, karena semuanya telah menempati kerangka argumen.

Sekarang sebuah peringatan.

Berpikir di tingkat tinggi pasti terasa sulit dan lambat. Pada awalnya akan terasa, "Dengan cara ini waktu lebih banyak terpakai, tetapi tidak ada hasilnya."

Jangan menganggapnya sebagai kesalahan. Jebakan misinterpreted effort inilah yang menahan sebagian besar pelajar di tingkat bawah. Merasa sulit berarti otak sedang bekerja secara mendalam.

Dan satu tips praktis lagi.

Beri tahu ChatGPT atau Gemini tentang bidang dan jenjang pendidikan Anda, lalu mintalah pertanyaan pada tingkat tertentu dari Bloom's. Misalnya: "Saya sedang mempelajari bab fotosintesis dalam biologi HSC. Berikan 5 pertanyaan pada tingkat Evaluate dari Bloom's Taxonomy."

Para pembuat soal pun berpikir persis dengan kerangka ini. Jadi dengan cara ini Anda dapat membuat soal latihan sendiri, dan juga bisa memperkirakan bentuk ujian lebih awal.

Intinya: Saat mulai belajar, jangan memusatkan perhatian pada menghafal atau memahami. Berikan sebagian besar perhatian pada evaluate. Tingkatan-tingkatan lainnya akan ikut datang dengan sendirinya.

Besok hari ke-06 — emosi, tidur, dan olahraga: tiga fondasi belajar, yang tanpanya tidak ada strategi yang bisa bertahan.

Hari ini, ambillah satu bab dan mulailah dengan pertanyaan "Mana yang lebih penting, dan mengapa?" Anda akan merasakan bedanya.

Semoga Allah menganugerahkan hikmah kepada kita. Amin.

Tulisan ini diambil dari sebagian buku "Seni Belajar". Kerangka lengkap, bab-bab lainnya, serta bagian ilmu, doa, dan ruqyah ada dalam buku tersebut — Lihat buku

Baca juga