Tersedia juga dalam: বাংলা · English · Bahasa Melayu · Türkçe · Русский · Oʻzbekcha · العربية · اردو

Panduan ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca panduan asli dalam bahasa Bengali →
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
✦ ✦ ✦
Artikel

'Ain: Apa Kata Al-Qur'an dan Sunah, dan di Mana Kita Berlebihan

'Ain itu benar adanya — tetapi tidak setiap musibah dinamai 'ain

✦ ✦ ✦
Raqi Faisal Ahmed Sabit
Al Quranic Ruqyah Healing Center
Perkiraan waktu baca: 7 menit
Dalam masyarakat kita, dua sikap berlebihan terkait 'ain berjalan berdampingan. Satu kelompok mengingkarinya sama sekali dan menepisnya sebagai takhayul. Kelompok lain mencari 'ain dalam segala hal, mulai dari demam dan sakit kepala hingga kerugian usaha. Keduanya salah, dan yang kedua lebih banyak merugikan.

Pertama-tama, dalilnya

Bahwa 'ain itu benar adanya — tentang hal ini Al-Qur'an dan hadis sahih sama-sama menyebutkannya dengan jelas. Dalam Surah Al-Falaq, Allah sendiri mengajarkan agar kita memohon perlindungan dari keburukan pendengki.

Surah Al-Falaq 113:5
وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ۝۵
dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."
Ayat terakhir Surah Al-Falaq — perlindungan dari keburukan dengki.

Dengki dan 'ain — bukan satu hal yang sama

Hasad adalah keadaan hati: melihat nikmat pada seseorang lalu menginginkan nikmat itu hilang. 'Ain adalah wujud lahirnya — keburukan itu sampai melalui pandangan. Seseorang bisa menimpakan 'ain tanpa dengki, hanya karena kagum; dan sebaliknya, ia bisa memendam dengki namun tetap diam tanpa berkata apa-apa.

Karena itulah penangkal dalam Sunah pun ada dua macam. Menjaga hati sendiri tetap bersih dari dengki adalah satu hal, dan memohon perlindungan dari 'ain orang lain adalah hal yang lain. Kebanyakan orang hanya sibuk dengan yang kedua.

Surah Al-Baqara 2:109
وَدَّ كَثِيرٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ لَوْ يَرُدُّونَكُم مِّن بَعْدِ إِيمٰنِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِّنْ عِندِ أَنفُسِهِم مِّن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ ۖ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّىٰ يَأْتِىَ اللَّهُ بِأَمْرِهِۦ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ ۝۱۰۹
Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki dalam diri mereka, setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka maafkanlah dan berlapang dadalah, sampai Allah memberikan perintah-Nya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
Kisah dengki Ahli Kitab — gambaran langsung tentang bagaimana dengki di dalam hati bekerja.

Gejala tidak bisa memastikan

Lelah mendadak, sering menguap, badan terasa berat, musibah yang datang tak lama setelah mendapat sesuatu yang baru — semua ini disebut sebagai kemungkinan gejala 'ain. Namun kata 'kemungkinan' itu penting. Setiap gejala ini bisa juga disebabkan oleh penyebab fisik yang biasa — anemia, tiroid, kurang tidur, depresi.

Dari sekian banyak pasien yang datang kepada seorang raqi, sebagian besar masalahnya sebenarnya adalah gangguan fisik atau mental yang dapat diobati. Pemeriksaan dokter tidak boleh ditinggalkan sebelum memulai ruqyah — sebaliknya, keduanya berjalan berdampingan.

Penangkal dalam Sunah

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan ruqyah untuk 'ain, dan beliau sendiri pun melakukannya. Namun pencegahan terbesar justru datang sebelum pengobatan — yaitu mendoakan berkah ketika melihat sesuatu yang indah.

Mengucapkan 'Masya Allah, Tabarakallah' bukanlah sekadar formalitas. Itu adalah pengakuan bahwa nikmat tersebut pemberian Allah, dan pengakuan itulah yang menutup pintu dengki.

Menahan diri dalam menampakkan nikmat sendiri juga sejalan dengan Sunah. Foto anak, rumah baru, kemajuan usaha — tidak menampakkan semuanya di hadapan semua orang bukanlah tanda tidak beriman, melainkan kewaspadaan.

Surah Al-Qalam 68:51
وَإِن يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصٰرِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُۥ لَمَجْنُونٌ ۝۵۱
Dan sungguh, orang-orang kafir itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan mata mereka, ketika mereka mendengar Alquran dan mereka berkata, "Dia (Muhammad) itu benar-benar orang gila."
Ayat tentang upaya orang-orang kafir mencelakai Nabi ﷺ dengan pandangan mereka — yang banyak dikutip sebagai dalil 'ain.

Di mana orang paling banyak keliru

Ketika mencurigai 'ain, banyak orang mulai menyalahkan orang tertentu — tetangga, kerabat, rekan kerja. Ini kesalahan yang sangat besar. Siapa yang menimpakan 'ain adalah urusan gaib, dan yang gaib hanya Allah yang mengetahui. Menuduh seseorang karena prasangka adalah fitnah, dan fitnah itu sendiri dosa besar.

Kesalahan kedua adalah mendatangi orang yang diminta 'katakan siapa pelakunya'. Mendatangi orang yang mengaku bisa memberitakan hal gaib saja sudah dilarang — apalagi mempercayai ucapannya, tentu lebih berat lagi. Ruqyah berarti pengobatan dengan kalam Allah, bukan kegiatan mata-mata.

Kesalahan yang perlu dihindari

'Ain itu benar, tetapi 'ain bukan segalanya. Bacalah ayat-ayat Al-Qur'an, doakan berkah, bersihkan pula hati sendiri dari dengki — dan serahkan selebihnya kepada Allah. Dialah Sang Pelindung.
Kumpulan ayat lengkapnya: Seluruh ayat untuk topik ini — 35 bagian, masing-masing dengan jumlah bacaannya — ada dalam dokumen protokol tersendiri: Ayat tentang 'ain dan dengki
Baca di web
Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry (melalui quran.com).
Ruqyah adalah metode pengobatan yang sesuai syariat, bukan pengganti pengobatan medis yang diperlukan.