Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

Ingin Berhenti? Ambillah Kertas dan Pena

Syaikh Wahid Abdussalam Bali tidak berhenti pada kata “haram” saja — beliau memberikan daftar langkah demi langkah untuk berhenti.

ruqyahmerokokpengobatan nafsukebiasaan
Isi artikel
  1. Dari Mana Semuanya Bermula
  2. Jawaban Syaikh
  3. Dalil — Tidak Boleh Mencelakakan Diri Sendiri
  4. Langkah-Langkah untuk Berhenti
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Syaikh Wahid Abdussalam Bali tidak berhenti pada kata “haram” saja — beliau memberikan daftar langkah demi langkah untuk berhenti.

Dari Mana Semuanya Bermula

Sang ayah merokok. Ia menyuruh anaknya ke warung untuk membeli rokok, dan menyalakannya tepat di depan anak-anaknya. Di mata sang anak, hal itu menjadi sesuatu yang sangat biasa.

Setelah besar, ia pun ikut merokok. Ada yang merokok karena ikut-ikutan teman, ada yang merokok untuk membuktikan “aku laki-laki, aku punya kepribadian” — hanya sebatas itu.

Lalu? Anak kecil yang duduk di sampingnya ikut menghirup asapnya, istri menderita, dan ia harus pergi ke masjid dengan mulut berbau tak sedap.

Dan perhitungannya? Uang yang terbakar setiap hari lewat bungkus rokok, dalam hitungan bulan dan tahun, juga akan dimintai pertanggungjawabannya suatu hari nanti.

Jawaban Syaikh

Syaikh berkata — orang yang berkepribadian kuat adalah dia yang menang atas nafsunya sendiri; bukan dengan mulai merokok, melainkan dengan meninggalkannya.

Merokok haram menurut Al-Qur'an dan juga menurut Sunnah. Dalam Al-Qur'an — karena rokok itu khabits (buruk), sedangkan Nabi ﷺ mengharamkan hal-hal yang khabits (Surah Al-A'raf, ayat 157). Jika sesuatu yang memiliki sedikit manfaat disertai bahaya saja sudah haram, lalu bagaimana hukum sesuatu yang sama sekali tidak ada manfaatnya?

Nasihat Syaikh juga untuk para pedagang — dosa orang-orang yang mulai merokok karena Anda, sebagiannya ada di pundak Anda. Singkirkan barang ini dari toko Anda.

Dalil — Tidak Boleh Mencelakakan Diri Sendiri

وَلَا تُلْقُوا۟ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ

Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (Surah Al-Baqara 2:195 — Indonesian Islamic Affairs Ministry; terjemahan ayat secara lengkap)

Nabi ﷺ bersabda — “La dharara wa la dhirar”, artinya tidak boleh membahayakan, dan tidak boleh pula membalas bahaya dengan bahaya. (Sunan Ibnu Majah — dengan sanad hasan) Di mana bahayanya terbukti, hukumnya di situ adalah haram.

Langkah-Langkah untuk Berhenti

  1. Saat sujud dan di antara azan dan ikamah, memohonlah kepada Allah — “Ya Rabb, bebaskanlah aku dari ini”.
  2. Begitu keinginan itu muncul, keluarkan daftar bahayanya lalu bacalah — tulislah di kertas dan bawalah selalu.
  3. Tinggalkan pergaulan dengan para perokok, carilah teman yang saleh; kurangi jumlah rokok sedikit demi sedikit.
  4. Perbanyak air, buah, dan sayuran; kurangi teh dan kopi, setiap hari minum satu gelas jus lemon atau jeruk.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi terpisah untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam grup bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi tersendiri untuk setiap masalah yang berbeda ★ Bagian panduan dan tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulislah Session lewat pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: Disarikan dari ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan susunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Pusat Penyembuhan Ruqyah Al-Qur'an

Baca juga