ruqyah
Sihir Diperbarui Saat Kita Tidur?
Sering bermimpi makan dan minum? Bangun tidur badan terasa remuk? Hari ini Anda akan belajar amalan untuk menutup pintu tersembunyi tempat masuknya gangguan itu, insya Allah.
Isi artikel
Sering bermimpi makan dan minum? Bangun tidur badan terasa remuk? Hari ini Anda akan belajar amalan untuk menutup pintu tersembunyi tempat masuknya gangguan itu, insya Allah.
Apakah Anda mengenali tanda-tanda ini?
- Sering bermimpi makan dan minum, baik ada yang menyuapi, Anda memakan sesuatu, maupun meminum sesuatu
- Kelelahan yang tidak wajar setelah bangun tidur, badan terasa berat, suasana hati buruk
- Mimpi seperti ini semakin sering setelah mulai ruqyah atau pengobatan
- Meski sudah mengambil berbagai bentuk perlindungan, kemajuan tetap tertahan
Semua ini bisa menjadi tanda bahwa gangguan diperbarui saat tidur, yang disebut "I'tham Manami" (diberi makan dalam mimpi).
Lalu mengapa setelah begitu banyak usaha tetap tidak berhasil?
Anda meminum air yang telah dibacakan ruqyah, makan kurma, mengonsumsi habbatussauda. Bagi banyak orang, masalahnya memang berkurang dengan itu, alhamdulillah.
Namun bagi sebagian orang, tidak ada yang berhasil. Penyebabnya mengejutkan:
Semua itu adalah perlindungan lewat mulut. Padahal pada banyak kasus, pintunya bukan mulut, melainkan pusar.
Pengamatan para raqi berpengalaman: bagi alam ruhani, pusar adalah jalur masuk yang penting. Lewat jalur inilah "pasokan" sampai kepada makhluk pengganggu di dalam tubuh, dan beberapa jenis sihir diperbarui melalui jalur ini. Wallahu a'lam.
Karena itu, melindungi pusar sebelum tidur bisa menjadi salah satu sarana terkuat untuk menghentikan pembaruan sihir, insya Allah.
Amalan melindungi pusar sebelum tidur
- Berbaringlah di tempat tidur, lalu bacalah selawat.
- Letakkan jari telunjuk di atas pusar.
- Bacalah ayat nomor 9 Surah Yasin sebanyak 7 kali (ayatnya ada di kartu berikutnya)
- 3 kali Ayat Kursi
- 3 kali Surah Al-Falaq
- 3 kali Surah An-Nas
Lakukan secara rutin setiap malam. Insya Allah, pemberian makan dalam mimpi dan pembaruan sihir bisa berhenti sebagian besar, bahkan sepenuhnya.
Surah Yasin, ayat 9
وَجَعَلْنَا مِن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ
Dan Kami jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. (Surah Yaseen 36:9 — Indonesian Islamic Affairs Ministry)
Perhatikan, ayat ini sendiri berbicara tentang membangun dinding di depan dan di belakang. Subhanallah!
Satu alternatif yang lebih mudah
Bagi yang tertidur saat masih berbaring, atau merasa sulit membaca dengan cara ini:
- Bacakan Surah Yasin pada minyak apa saja yang ada di rumah.
- Tepat sebelum tidur, oleskan sedikit minyak itu di pusar.
- Lanjutkan selama beberapa hari. Perhatikan mimpi dan kondisi tubuh Anda; Anda akan merasakan sendiri perbedaannya, insya Allah.
Jika mau, Anda juga bisa melakukan kedua cara itu sekaligus: oleskan minyak, lalu letakkan telunjuk dan bacalah.
Bagi yang mimpi diberi makannya belum berhenti meski sudah berusaha banyak, cobalah amalan ini tanpa ragu.
Sumber: Syekh Fawaz Al-Aswad (Madinatul 'Ilm) — Video asli
Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center
Baca juga
Ayat yang Jika Dibaca 7 Kali Membuat Waswas "Membeku"
Waswas yang berulang setiap hari, pikiran negatif, dan hambatan yang terus datang dalam pekerjaan — hari ini Anda akan belajar cara menghentikannya dengan sebuah amalan pagi hanya 2 menit, insya Allah.
Program Perlindungan Rahasia Surah Al-Baqarah
Syekh berkata — siapa yang istikamah dengan amalan ini, sebanyak apa pun sihir dilakukan dan sedekat apa pun tukang sihir itu — bahaya tidak akan menyentuhnya, insya Allah. Perlindungan bagi seluruh anggota rumah.
Yang Perlu Dilakukan Begitu Pendengki Keluar dari Rumah
Rumah yang tenang dan damai tiba-tiba menjadi gelisah sesaat setelah tamu tertentu pergi — pertengkaran, tangisan, mimpi buruk? Bukan sihir, ini bisa jadi sisa 'ain dan hasad. Pelajari cara membersihkan rumah, insya Allah.