Situs ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca versi bahasa Inggris →

← Semua artikel

Seri Syaikh Al-Hibsyi

10 episode dalam bahasa ini · baca berurutan dari awal.

  1. 1 Pengobatan Tidak Berjalan dengan Hati yang Putus Asa Setelah berbulan-bulan menjalankan amalan namun tidak melihat kemajuan, satu kalimat menumpuk di dalam hati — tidak akan ada lagi harapan bagiku. Syaikh berkata, kalimat inilah hambatan yang paling besar.
  2. 2 Sebegitu menderita hanya demi satu pertandingan? Pemuda itu bahkan hampir tidak sanggup berdiri — namun selama dua bulan ia terus menurunkan berat badan, hanya demi satu pertandingan. Pertanyaan Syaikh — seberapa jauh kita mau berusaha demi kesembuhan (syifa)?
  3. 3 Tidak Ada yang Menendang Kompor Panas kompor, percikan minyak, sayatan pisau — semuanya Anda tahan dengan senyum. Dari situlah Syaikh berkata, di mana ada cinta, kesulitan tidak terasa sebagai kesulitan.
  4. 4 Mengapa Menangis di Rumah, tetapi Tidak di Mal? Luka yang sama, rasa sakit yang sama — hanya tempatnya yang berbeda. Dengan satu gambaran ini saja, Syaikh menjelaskan bahwa pengendalian diri itu mungkin.
  5. 5 Di depan teman-teman Anda bisa, mengapa di rumah tidak bisa? Istri Anda berlari mengejar kesembuhan (syifa) Anda, sementara Anda begitu masuk rumah langsung melepaskan segalanya. Syaikh berkata — jagalah keseimbangan, ia adalah amanah bagi Anda.
  6. 6 20 tukang sihir di depan pintu Syaikh meminta pasien membayangkan sebuah pemandangan. Pemandangan itu mengerikan — tetapi pada akhirnya rasa takut itu berpindah tempat. Catatan harian hari ini untuk mereka yang tidak bisa tidur di malam hari.
  7. 7 Apa yang Terjadi Saat Kita Berdiri untuk Salat Ketika seorang hamba berdiri untuk salat, dosa-dosanya didatangkan lalu diletakkan di atas kepala dan kedua bahunya — kemudian pada setiap rukuk dan sujud, dosa-dosa itu terus berguguran.
  8. 8 Majelis Tempat Setan Menari Di tengah tabuhan musik dan tarian, seseorang jatuh, tubuhnya bergetar — dan orang-orang di sekelilingnya bertepuk tangan. Nasihat Syaikh tepat berada di titik ini.
  9. 9 Foto Anak dan Pintu 'Ain Anak laki-laki itu telah sembuh setelah ruqyah. Sang ibu kembali mengunggah foto. Ia berkata — Mau bagaimana lagi, saya ingin sekali. Jawaban Syaikh ini bukan untuk menyalahkan siapa pun.
  10. 10 Satu kalimat untuk setiap rasa sakit Pasien bertanya — berapa kali saya harus membacanya? Syaikh menjawab, walau 100 kali, walau 200 kali. Setiap kali Anda merasakan sesuatu pada tubuh Anda, sebanyak itu pula.