Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Seri Syekh Al-Hibsyi

ruqyah

Apa yang Terjadi Saat Kita Berdiri untuk Salat

Ketika seorang hamba berdiri untuk salat, dosa-dosanya didatangkan lalu diletakkan di atas kepala dan kedua bahunya — kemudian pada setiap rukuk dan sujud, dosa-dosa itu terus berguguran.

ruqyahsalatdosaperlindungan
Isi artikel
  1. Gambaran yang Disampaikan Syekh
  2. Pertanyaan Syekh
  3. Perumpamaan dari Nabi ﷺ
  4. Yang Perlu Anda Lakukan Hari Ini

Ketika seorang hamba berdiri untuk salat, dosa-dosanya didatangkan lalu diletakkan di atas kepala dan kedua bahunya — kemudian pada setiap rukuk dan sujud, dosa-dosa itu terus berguguran.

Gambaran yang Disampaikan Syekh

Ada satu riwayat dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu yang berulang kali disampaikan Syekh kepada para pasien. Bayangkanlah gambaran itu sekali saja.

Seorang hamba berdiri untuk salat. Saat itu semua dosanya didatangkan lalu diletakkan di atas kepala dan kedua bahunya. Setiap kali ia rukuk, setiap kali ia sujud — setiap kali itu pula dosa-dosa tersebut berguguran.

Setelah salat selesai, ia bangkit berdiri — bahunya terasa ringan. (Riwayat ini terdapat dalam Sahih Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi; Al-Albani rahimahullah menyatakannya sahih.)

Setiap hari kita melewati gambaran ini sebanyak lima kali — hanya saja kita tidak memperhatikannya.

Pertanyaan Syekh

Mengapa pada setiap salat fardu, semua dosa itu didatangkan lagi? Karena di antara dua salat kita telah mengumpulkan begitu banyak dosa.

Di sela kelalaian itu, mata, telinga, dan mulut — semuanya terus bekerja. Satu ucapan yang sembrono saja bisa menjerumuskan seseorang ke dalam neraka Jahanam. Karena itu, jangan menyepelekan salat — baik yang fardu maupun yang sunah.

Perumpamaan dari Nabi ﷺ

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا، هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ؟ قَالُوا: لَا يَبْقَى. قَالَ: فَذَٰلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ، يَمْحُو اللَّهُ بِهِنَّ الْخَطَايَا

Bagaimana pendapat kalian, jika di depan pintu salah seorang di antara kalian ada sungai, lalu ia mandi di dalamnya lima kali setiap hari, apakah masih ada kotoran di tubuhnya? Mereka menjawab: Tidak akan tersisa sedikit pun. Beliau bersabda: Itulah perumpamaan salat lima waktu — dengannya Allah menghapus dosa-dosa. (Sahih Bukhari 528, Sahih Muslim 667)

Bagi pasien ruqyah, ini adalah pesan yang langsung bisa diamalkan. Dosa yang berkurang berarti tertutupnya pintu setan — salat membersihkan pintu itu lima kali setiap hari.

Yang Perlu Anda Lakukan Hari Ini

  1. Salat lima waktu tepat pada waktunya — bagi laki-laki, berjemaah sebisa mungkin.
  2. Hentikan terburu-buru saat rukuk dan sujud; selesaikan tasbihnya minimal tiga kali.
  3. Setelah salat, duduklah dan beristigfar beberapa kali — untuk debu yang menumpuk di sela-sela waktu salat.
  4. Berhati-hatilah dengan ucapan — apa yang kita katakan pun akan dimintai pertanggungjawaban.

Sumber: Disarikan dari pembahasan Syekh Khalid bin Ibrahim Al-Hibsyi (pakar ruqyah)

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga