Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Seri Syaikh Al-Hibsyi

ruqyah

Foto Anak dan Pintu 'Ain

Anak laki-laki itu telah sembuh setelah ruqyah. Sang ibu kembali mengunggah foto. Ia berkata — Mau bagaimana lagi, saya ingin sekali. Jawaban Syaikh ini bukan untuk menyalahkan siapa pun.

ruqyah'ainanakmedia sosial
Isi artikel
  1. Peristiwa yang Diceritakan Syaikh
  2. Inti Persoalannya
  3. Apa yang Dikatakan Al-Qur'an
  4. Yang Bisa Anda Lakukan Hari Ini

Anak laki-laki itu telah sembuh setelah ruqyah. Sang ibu kembali mengunggah foto. Ia berkata — Mau bagaimana lagi, saya ingin sekali. Jawaban Syaikh ini bukan untuk menyalahkan siapa pun.

Peristiwa yang Diceritakan Syaikh

Seorang dai dari Albania bertanya kepada Syaikh — Di tempat kami, orang-orang mengunggah foto anak-anak di Facebook, lalu anak-anak itu jatuh sakit. Mengapa hal seperti ini terjadi?

Seorang ibu datang membawa anak laki-lakinya. Setelah ruqyah, anak itu sembuh. Sang ibu berkali-kali diingatkan — jangan unggah foto lagi. Beberapa hari kemudian, ia mengunggahnya lagi.

Syaikh berkata, ini bukan hanya persoalan di sana. Di negeri-negeri Arab pun sama — anak-anak, hiasan rumah, makanan yang dimasak sendiri. Bukan untuk berdagang; hanya untuk memamerkan lihat apa yang saya buat.

Inti Persoalannya

Masalahnya bukan mengambil foto — masalahnya adalah tabahi, yaitu sikap suka memamerkan. Itulah yang membukakan pintu 'ain.

Jika seseorang sudah terlanjur terkena dampaknya, itu bukan kesalahannya — ini bukan tempat untuk menyalahkan. Namun Syaikh dengan lembut berkata, bagi mereka yang tidak meninggalkan jalan ini, penyesalan sebagian dari mereka kelak tidak lagi berguna.

Apa yang Dikatakan Al-Qur'an

قَالَ يَٰبُنَىَّ لَا تَقْصُصْ رُءْيَاكَ عَلَىٰٓ إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا۟ لَكَ كَيْدًا ۖ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ لِلْإِنسَٰنِ عَدُوٌّۭ مُّبِينٌۭ

Dia (ayahnya) berkata, "Wahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, mereka akan membuat tipu daya (untuk membinasakan)mu. Sungguh, setan itu musuh yang jelas bagi manusia." (Surah Yusuf 12:5 — Indonesian Islamic Affairs Ministry)

Ya'qub 'alaihissalam meminta agar mimpi itu dirahasiakan — bahkan dari saudara-saudaranya sendiri. Menyembunyikan nikmat adalah adab para nabi; ini bukan berprasangka buruk kepada seseorang, melainkan berhati-hati.

Yang Bisa Anda Lakukan Hari Ini

  1. Jangan taruh foto anak di unggahan publik — mulai hari ini.
  2. Hapus atau jadikan privat album-album foto lama.
  3. Setiap kali nikmat pada diri Anda atau anak Anda terlihat, ucapkanlah — Masya Allah, Tabarakallah.
  4. Bacalah secara teratur doa-doa perlindungan pagi dan petang untuk anak Anda.

Sumber: Disarikan dari ceramah Syaikh Khalid bin Ibrahim Al-Hibsyi (pakar ruqyah)

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga