Ruqyah
Satu kalimat untuk setiap rasa sakit
Pasien bertanya — berapa kali saya harus membacanya? Syaikh menjawab, walau 100 kali, walau 200 kali. Setiap kali Anda merasakan sesuatu pada tubuh Anda, sebanyak itu pula.
Isi artikel
Pasien bertanya — berapa kali saya harus membacanya? Syaikh menjawab, walau 100 kali, walau 200 kali. Setiap kali Anda merasakan sesuatu pada tubuh Anda, sebanyak itu pula.
Pesan yang berulang kali disampaikan Syaikh
Ada satu pesan yang berulang kali disampaikan Syaikh kepada para pasien — jangan menyimpan istirja hanya untuk musibah besar. Bacalah pada setiap rasa sakit.
Kepala terasa pening — Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Punggung terasa tertusuk — baca lagi. Dada terasa sesak — baca lagi.
Seorang pasien bertanya dengan heran, berapa kali saya harus membacanya? Syaikh menjawab — walau 100 kali, walau 200 kali. Setiap kali Anda merasakannya.
Allah akan memberi Anda balasan setiap kali. Mengapa Anda mau melewatkan pahala sebanyak itu?
Yang akan Anda lihat beberapa hari kemudian
Anda sendiri akan melihat perbedaannya — Anda akan melihat bagaimana mereka pergi meninggalkan Anda.
Karena Anda terus bertahan dalam zikir yang sama sekali tidak mereka inginkan untuk Anda pertahankan. Rasa sakit yang seharusnya menghancurkan Anda itu justru telah menjadi mesin pahala.
Apa yang dikatakan Al-Qur'an
وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌۭ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ
Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata "Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn" (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). (Surah Al-Baqara 2:155-156 — Indonesian Islamic Affairs Ministry; terjemahan ayat secara lengkap)
Sertakan pula doa dari hadis Ummu Salamah radhiyallahu 'anha — اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا — Ya Allah, berilah aku balasan atas musibahku dan gantilah dengan sesuatu yang lebih baik darinya. (Sahih Muslim 918)
Yang dapat Anda lakukan hari ini
- Begitu Anda merasakan sakit atau tidak nyaman, segera bacalah istirja.
- Sertakan doa tersebut — mintalah balasan dan sesuatu yang lebih baik darinya.
- Jangan terbebani dengan menghitung — sebanyak yang terlintas di hati Anda.
- Bukan sehari-dua hari; teruslah bertahan — perbedaan itu datang seiring waktu.
Sumber: Disarikan dari pembahasan Syaikh Khalid bin Ibrahim Al-Hibsyi (pakar ruqyah)
Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center
Baca juga
Pengobatan Tidak Berjalan dengan Hati yang Putus Asa
Setelah berbulan-bulan menjalankan amalan namun tidak melihat kemajuan, satu kalimat menumpuk di dalam hati — tidak akan ada lagi harapan bagiku. Syaikh berkata, kalimat inilah hambatan yang paling besar.
Sebegitu menderita hanya demi satu pertandingan?
Pemuda itu bahkan hampir tidak sanggup berdiri — namun selama dua bulan ia terus menurunkan berat badan, hanya demi satu pertandingan. Pertanyaan Syaikh — seberapa jauh kita mau berusaha demi kesembuhan (syifa)?
Tidak Ada yang Menendang Kompor
Panas kompor, percikan minyak, sayatan pisau — semuanya Anda tahan dengan senyum. Dari situlah Syaikh berkata, di mana ada cinta, kesulitan tidak terasa sebagai kesulitan.