Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program ruqyah

ruqyah

Cemas di malam hari, dihina di siang hari

Demikianlah Syaikh Bali menggambarkan utang. Dan jalan keluarnya beliau letakkan dalam tiga langkah — doa, niat, dan hemat.

ruqyahbebas utangdoaberkah
Isi artikel
  1. Bagaimana pertanyaan itu datang
  2. Jawaban Syaikh
  3. Dalil — doa bebas dari utang
  4. Yang perlu dilakukan
  5. Kursus ruqyah bulanan

Demikianlah Syaikh Bali menggambarkan utang. Dan jalan keluarnya beliau letakkan dalam tiga langkah — doa, niat, dan hemat.

Bagaimana pertanyaan itu datang

Berutang itu boleh — kata Syaikh dengan dua syarat: karena kebutuhan yang sebenarnya, dan dengan niat untuk melunasi.

Bahaya dimulai dari tempat lain — sudah punya mobil, pekerjaan juga berjalan; hanya karena melihat mobil baru tetangga, lalu berutang untuk membeli satu lagi.

Di sisi lain, bagi orang yang memberi utang, Syaikh menyampaikan kabar gembira yang besar — selama utang itu ada, setiap hari seakan-akan ia bersedekah sebesar jumlah yang sama; dan jika ia memberi tenggang waktu setelah jatuh tempo, pahalanya dua kali lipat.

Lalu apa yang harus dilakukan orang yang utangnya sudah menumpuk?

Jawaban Syaikh

Jika seorang mukmin meninggal dengan meninggalkan utang, rohnya tertahan karena utang itu — sampai utangnya dilunasi.

Karena itu pengobatan dari Syaikh ada tiga langkah. Satu — memohon pertolongan Allah; bangun pada sepertiga malam terakhir dan berdoa dengan yakin. Dua — menjaga niat melunasi dengan sungguh-sungguh. Tiga — berhemat dalam pengeluaran rumah, agar uangnya terkumpul.

Dan bagaimana dengan orang yang memberi utang? Ia harus memberi tenggang waktu kepada orang yang kesulitan, bukan menggugatnya ke pengadilan — Allah berfirman, jika orang yang berutang itu dalam kesulitan, berilah tangguh sampai ia lapang (Surah Al-Baqarah, ayat 280).

Dalil — doa bebas dari utang

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Ya Allah! Cukupkanlah aku dengan yang halal dari-Mu sehingga terhindar dari yang haram dari-Mu, dan dengan karunia-Mu jadikanlah aku tidak membutuhkan siapa pun selain Engkau. (Sunan At-Tirmidzi — hasan)

Nabi ﷺ bersabda — Siapa yang mengambil harta orang lain dengan niat melunasinya, Allah akan melunasinya untuknya; dan siapa yang mengambilnya dengan niat merusaknya, Allah akan membinasakannya. (Sahih Bukhari)

Yang perlu dilakukan

  1. Bangunlah pada sepertiga malam terakhir lalu berdoalah — hamba paling dekat dengan Tuhannya justru ketika sujud.
  2. Teguhkan niat untuk melunasi; begitu mampu, segera lunasi.
  3. Berhematlah dalam pengeluaran rumah — jelaskan juga kepada keluarga.
  4. Jika Anda memberi utang, berilah tenggang waktu kepada orang yang kesulitan; jangan meminta cek kosong atau tanda tangan di atas kertas kosong.

Kursus ruqyah bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi terpisah untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis seharga 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam kelompok bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara laki-laki dan perempuan ★ Sesi terpisah untuk masalah yang berbeda-beda ★ Bagian panduan dan tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulislah Session lewat pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: disarikan dari ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan susunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga