Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

Ruqyah

Bukan Hukuman, Tujuan Sebenarnya adalah Pencegahan

Setelah menjelaskan hukuman-hukuman syar'i, hal yang paling penting yang menjadi titik akhir penjelasan Syaikh Bali adalah muraqabah kepada Allah.

Ruqyahmuraqabahhak sesama hambatobat
Isi artikel
  1. Bagaimana Pertanyaan Itu Diajukan
  2. Jawaban Syaikh
  3. Dalil — Jalannya Memang Telah Ditutup
  4. Yang Perlu Dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Setelah menjelaskan hukuman-hukuman syar'i, hal yang paling penting yang menjadi titik akhir penjelasan Syaikh Bali adalah muraqabah kepada Allah.

Bagaimana Pertanyaan Itu Diajukan

Ketika kejahatan merajalela, orang yang aman pun hidup dalam ketakutan; seluruh masyarakat menjadi resah.

Hari ini jenis kejahatan pun telah berubah — selain penjambretan dan pencurian di jalanan, muncul peretasan akun, pencurian data, pemerasan (blackmail), dan perusahaan-perusahaan yang mengiming-imingi orang dengan keuntungan lalu menguras uang mereka.

Maka pertanyaannya adalah milik kita semua — di mana ujungnya? Bagaimana Islam menghentikan kejahatan?

Syaikh Bali menjawab dalam dua tingkat — sistem di luar, dan sistem di dalam.

Jawaban Syaikh

Hukuman syar'i bukanlah tujuan itu sendiri — tujuannya adalah memperbaiki dan mencegah.

Syaikh berkata, dalam hukuman cambuk, para ulama mengatakan tangan tidak boleh diangkat melebihi kepala, hanya sampai setengah — karena tujuannya mengajarkan adab, bukan merusak tubuh. Adapun dilakukan secara terbuka, agar ribuan orang mengingat pemandangan itu lalu berhenti dari kejahatan.

Namun bagi Syaikh, solusi yang sebenarnya bukanlah hukuman — melainkan membangkitkan muraqabah kepada Allah di dalam hati manusia. Orang yang tahu bahwa Allah melihatnya tidak akan sanggup menyakiti siapa pun.

Dalil — Jalannya Memang Telah Ditutup

وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةًۭ وَسَآءَ سَبِيلًۭا

Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk. (Surah Al-Israa 17:32 — Indonesian Islamic Affairs Ministry)

Syaikh menceritakan kisah seorang penggembala itu — Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhu mengujinya, lalu berkata, juallah seekor kambing, lalu katakan kepada pemiliknya bahwa kambing itu dimakan serigala. Anak itu mengangkat jarinya ke langit dan berkata — “Lalu di mana Allah?”

Yang Perlu Dilakukan

  1. Sekalipun sendirian, ingatlah — Allah melihat; inilah pencegahan terbesar.
  2. Kerjakanlah salat dengan penuh perhatian — salatlah yang mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.
  3. Bacalah Al-Qur'an dengan memahaminya — Al-Qur'an ini menuntun ke jalan yang paling lurus.
  4. Jika barang orang lain rusak — baik disengaja maupun tidak — gantilah dengan ganti rugi dan perbaikilah.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi terpisah untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam grup bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi terpisah untuk masalah yang berbeda-beda ★ Bagian panduan dan tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulislah Session lewat pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: Disarikan dari ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga