Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

Dosa Syahid Pun Diampuni, Kecuali Utang

Syekh Bali berkata, setelah membaca hadis ini beliau sendiri sangat tergugah — dan dari sinilah jawaban atas pertanyaan tentang utang dimulai.

ruqyahbebas dari utanghak sesama manusiaberkah
Isi artikel
  1. Bagaimana Pertanyaan Ini Muncul
  2. Jawaban Syekh
  3. Dalil — Sesuatu yang Tidak Dihapus Bahkan oleh Syahid
  4. Yang Perlu Dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Syekh Bali berkata, setelah membaca hadis ini beliau sendiri sangat tergugah — dan dari sinilah jawaban atas pertanyaan tentang utang dimulai.

Bagaimana Pertanyaan Ini Muncul

Syekh berkata, bahaya utang itu sangat besar — Nabi ﷺ sendiri memohon perlindungan kepada Allah darinya. Utang adalah kecemasan di malam hari dan kehinaan di siang hari.

Padahal hari ini ada orang yang berutang untuk menghias rumah, ada yang membeli mobil yang lebih mahal daripada yang sudah dimilikinya, ada pula yang berutang hanya demi barang kesenangan.

Syekh berkata — ini perkara yang sangat mengerikan.

Lalu pertanyaannya tetap ada — kapan tepatnya seorang Muslim boleh berutang?

Jawaban Syekh

Jawabannya satu baris — tidak berutang kecuali karena kebutuhan yang tidak bisa dihindari.

Yang dimaksud Syekh dengan kebutuhan yang tidak bisa dihindari adalah makanan, minuman, pakaian, dan tempat tinggal. Berutang untuk kemewahan atau barang kesenangan tidak dibolehkan.

Beliau juga menyebutkan alasannya: jika seseorang meninggal dengan meninggalkan utang, meskipun ia termasuk penghuni surga, rohnya tertahan dari masuk surga sampai utangnya dilunasi. (Sunan at-Tirmidzi — hasan)

Dalil — Sesuatu yang Tidak Dihapus Bahkan oleh Syahid

نَعَمْ، إِلَّا الدَّيْنَ، أَخْبَرَنِي بِهِ جِبْرِيلُ آنِفًا

(Jika aku gugur sebagai syahid di jalan Allah, apakah dosa-dosaku akan diampuni? — Nabi ﷺ bersabda) Ya, kecuali utang; Jibril baru saja memberitahukan hal ini kepadaku. (Sahih Muslim)

Syekh berkata — laki-laki itu sudah beranjak pergi, lalu Nabi ﷺ memanggilnya kembali dan meluruskan ucapannya. Sebab utang adalah hak sesama manusia, dan hak sesama manusia tidak diampuni bahkan oleh syahid di jalan Allah.

Yang Perlu Dilakukan

  1. Sebelum berutang, tanyakan pada diri sendiri — apakah ini benar-benar kebutuhan yang tidak bisa dihindari?
  2. Makanan, pakaian, dan tempat tinggal — di luar itu, jangan berutang demi kesenangan atau kemewahan.
  3. Daftarlah utang-utang yang ada, lalu susunlah rencana pelunasan.
  4. Jadikan bebas dari utang sebagai prioritas — ini hak sesama manusia, bukan untuk dibiarkan.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi tersendiri untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam kelompok bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi tersendiri untuk setiap masalah yang berbeda ★ Bagian panduan dan tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulis Session lewat pesan — insya Allah saya akan kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: Disarikan dari ceramah Syekh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga