Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

Bagaimana Sesuap Makanan Haram Bisa Masuk

Syaikh Bali menunjukkan beberapa pintu yang dilalui oleh yang haram — padahal orang tidak menyadarinya sama sekali.

ruqyahpenghasilan halalribatobat
Isi artikel
  1. Di Mana Saja Pintu-Pintunya
  2. Jawaban Syaikh
  3. Dalil — yang buruk dan yang baik tidak sama
  4. Yang Harus Dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Syaikh Bali menunjukkan beberapa pintu yang dilalui oleh yang haram — padahal orang tidak menyadarinya sama sekali.

Di Mana Saja Pintu-Pintunya

Syaikh berkata, yang haram tidak selalu datang dalam wujud dosa besar. Kebanyakan ia masuk lewat kebiasaan-kebiasaan kecil.

  • Dokter mengirim pasien ke laboratorium tertentu — karena dari sana ada komisi
  • Tukang membeli bahan hanya dari toko tertentu, bagiannya sudah diselipkan di dalam harga
  • Karyawan tidak masuk kerja, tetapi tetap menuliskan kehadiran dan menerima gaji penuh
  • Guru menghabiskan jam pelajaran dengan bermain ponsel
  • Bank tidak menyebutnya “riba”, melainkan “biaya” — namanya berubah, hakikatnya tidak

Jawaban Syaikh

Mencari yang halal wajib atas setiap laki-laki dan perempuan — dan atas karunia Allah, yang halal itu luas, sedangkan yang haram terbatas.

Syaikh berkata, riba ada dua macam. Riba nasi'ah — tambahan sebagai imbalan penundaan; bank ribawi zaman sekarang dan ucapan ketika tidak sanggup membayar cicilan, “perpanjang waktunya, saya akan bayar lebih banyak” — keduanya termasuk di dalamnya.

Riba fadhl — menukar barang sejenis dengan jumlah yang berbeda. Karena itu, jika hendak menukar emas lama, juallah dahulu dan terimalah harganya, kemudian belilah emas baru dalam transaksi yang terpisah. Adapun komisi dokter atau pengrajin — yang dimasukkan ke dalam tagihan pasien atau pelanggan — itu pun haram.

Dalil — yang buruk dan yang baik tidak sama

قُل لَّا يَسْتَوِى ٱلْخَبِيثُ وَٱلطَّيِّبُ وَلَوْ أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ ٱلْخَبِيثِ ۚ فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ يَٰٓأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Katakanlah (Muhammad), "Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya keburukan itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat, agar kamu beruntung." (Surah Al-Maaida 5:100 — Indonesian Islamic Affairs Ministry)

لَعَنَ اللَّهُ الرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ

Allah melaknat pemberi suap dan penerima suap. (Sunan Abu Dawud dan Tirmidzi; hadisnya sahih)

Yang Harus Dilakukan

  1. Bertobatlah dengan tulus — Syaikh berkata, tobat menghapus semua yang sebelumnya.
  2. Lepaskan uang haram itu dari tangan Anda — jika pemiliknya diketahui, kembalikan kepadanya.
  3. Jika pemiliknya tidak diketahui, sedekahkan uang itu — jangan menikmatinya sendiri.
  4. Berdoalah siang dan malam — memohon rezeki yang halal, dan keberkahan di dalamnya.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi tersendiri untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis seharga 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam grup bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi tersendiri untuk setiap masalah yang berbeda ★ Bagian panduan dan tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulislah Session lewat pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: Disarikan dari ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga