Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

Ruqyah

Harta: Nikmat atau Ujian

Di awal khutbah, Syaikh Bali mengingatkan — dunia ini adalah tempat ujian. Orang yang cerdas adalah dia yang menjadikan dunia sebagai ladang untuk akhirat.

Ruqyahtawakalsyukurrezeki
Isi artikel
  1. Bagaimana Pertanyaan Ini Muncul
  2. Jawaban Syaikh
  3. Dalil — apa yang akan Anda lakukan dengan apa yang telah diberikan
  4. Yang Perlu Dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Di awal khutbah, Syaikh Bali mengingatkan — dunia ini adalah tempat ujian. Orang yang cerdas adalah dia yang menjadikan dunia sebagai ladang untuk akhirat.

Bagaimana Pertanyaan Ini Muncul

Ketika uang datang, hitung-hitungan hidup pun berubah. Ada yang berkata harta adalah pemberian Allah, ada pula yang berkata harta justru merusak manusia.

Di kalangan ulama pun ada pertanyaan lama — mana yang lebih utama, orang fakir yang sabar atau orang kaya yang bersyukur? Syaikh berkata, banyak ulama mengutamakan orang kaya yang bersyukur.

Dan di sela perdebatan ini, ujian-ujian yang sebenarnya lewat begitu saja tanpa disadari — azan berkumandang saat toko sedang buka, atau tiba hari pembagian warisan.

Syaikh Bali dalam khutbah Jumat menghadirkan keduanya ke hadapan jamaah.

Jawaban Syaikh

Pendapat yang diutamakan oleh banyak ulama — orang kaya yang bersyukur lebih utama daripada orang fakir yang bersabar; namun jika orang fakir bersabar, ia pun mendapat balasan yang sempurna.

Sebab orang kaya dapat melakukan ibadah yang tidak dapat dilakukan orang fakir — berhaji dan berumrah dengan hartanya, berinfak di jalan Allah, membangun masjid, menanggung anak yatim.

Setelah itu Syaikh menunjukkan dua ujian tersebut. Saat membagi warisan, jangan mengubah hak yang telah ditetapkan syariat demi menyenangkan seseorang — menuliskan harta atas nama anak laki-laki dengan mengesampingkan anak perempuan sangatlah berbahaya. Dan ketika azan berkumandang di waktu kerja, menutup toko lalu pergi salat adalah bukti kekuatan iman.

Dalil — apa yang akan Anda lakukan dengan apa yang telah diberikan

وَٱبْتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَآ أَحْسَنَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ ٱلْفَسَادَ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ

Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan. (Surah Al-Qasas 28:77 — Indonesian Islamic Affairs Ministry)

Syaikh berkata — tanah ini, toko ini, semuanya harus ditinggalkan; kita akan masuk kubur sendirian. Dengan apa yang ada di tangan hari ini, carilah rumah akhirat Anda.

Yang Perlu Dilakukan

  1. Hentikan pekerjaan ketika azan berkumandang — tutup toko dan pergilah salat berjamaah; inilah ujian iman.
  2. Dalam warisan, jangan memihak siapa pun — bagilah sebagaimana Allah telah membaginya.
  3. Dengan harta, lakukan amalan yang tidak dapat dilakukan tanpa uang — haji, sedekah, menanggung anak yatim.
  4. Tunaikan syukur atas apa yang Anda peroleh — syukurlah yang menjadi sebab bertambahnya nikmat.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi terpisah untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam grup bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi terpisah untuk masalah yang berbeda-beda ★ Bagian panduan dan tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulislah Session lewat pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: Disarikan dari ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga