ruqyah
Bertemu di Makkah, tetapi bagaimana caranya?
Jawaban Syaikh Bali memisahkan dua hal — sekadar melihat dan duduk berbincang. Aturannya tidak sama untuk keduanya.
Isi artikel
Jawaban Syaikh Bali memisahkan dua hal — sekadar melihat dan duduk berbincang. Aturannya tidak sama untuk keduanya.
Bagaimana pertanyaan ini muncul
Seorang ayah menulis — untuk putriku datang lamaran dari seorang pemuda; kami mengenalnya, ia taat beragama dan berakhlak baik, tinggal di Riyadh. Ia belum pernah melihat putriku sebelumnya.
Sementara itu, putriku sedang umrah bersama saudari-saudarinya — tidak ada mahram laki-laki yang menyertainya, tetapi ada rombongan yang aman dan penanggung jawab perjalanan.
Pertanyaan sang ayah — bolehkah mereka bertemu selagi masih di Makkah? Kakak-kakak perempuannya dan penanggung jawab perjalanan kan berada di sekitar mereka. Putriku tidak memakai cadar.
Syaikh membagi jawabannya menjadi dua bagian — melihat dan duduk bersama bukanlah hal yang sama.
Jawaban Syaikh
Karena gadis itu tidak memakai cadar, pemuda itu boleh melihatnya sebagaimana orang-orang di jalan melihatnya. Sebatas itu tidak masalah.
Tetapi jika ingin duduk berbincang, harus ada mahram — atau ibu atau saudari pihak laki-laki bersamanya, dan ibu, saudari, atau beberapa wanita bersama pihak perempuan. Aturan pokoknya, melihat calon istri dilakukan dengan duduk di hadapan ayah atau saudara laki-lakinya; bukan di tengah keramaian orang di jalan.
Jika gadis itu memakai cadar, hitungannya berbeda — saat itu wajahnya tidak boleh dibuka di hadapan siapa pun selain mahram dan pelamarnya. Di sini beberapa kata boleh diucapkan di hadapan saudara-saudarinya, tetapi duduknya tidak boleh diperpanjang.
Dalil — melihat calon itu sunnah
انْظُرْ إِلَيْهَا فَإِنَّهُ أَحْرَى أَنْ يُؤْدَمَ بَيْنَكُمَا
Lihatlah dia, karena hal itu lebih memungkinkan tumbuhnya kecocokan dan kasih sayang di antara kalian berdua. (Sunan at-Tirmidzi, hadisnya sahih)
Izin ini hanya sebatas keperluan — sejauh yang dibutuhkan untuk memutuskan lamaran. Izin ini bukan untuk bergaul lebih jauh atau mengobrol lama.
Yang perlu dilakukan
- Jika hanya melihat, tidak masalah — seperti orang-orang pada umumnya melihat.
- Jika ingin duduk berbincang, sertakan mahram, dan hendaknya kedua pihak didampingi orang yang lebih tua.
- Wajah saudari yang bercadar tidak boleh dibuka — di hadapan siapa pun selain mahram dan pelamarnya.
- Pembicaraan hendaknya singkat — sebatas yang diperlukan untuk memutuskan, tidak lebih.
Kursus Ruqyah Bulanan
★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi tersendiri untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam grup bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi terpisah untuk masalah yang berbeda-beda ★ Bagian panduan dan tanya jawab di setiap sesi
Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulislah Session di pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.
Sumber: disarikan dari ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali
Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center
Baca juga
Sihir Diperbarui Saat Kita Tidur?
Sering bermimpi makan dan minum? Bangun tidur badan terasa remuk? Hari ini Anda akan belajar amalan untuk menutup pintu tersembunyi tempat masuknya gangguan itu, insya Allah.
Ayat yang Jika Dibaca 7 Kali Membuat Waswas "Membeku"
Waswas yang berulang setiap hari, pikiran negatif, dan hambatan yang terus datang dalam pekerjaan — hari ini Anda akan belajar cara menghentikannya dengan sebuah amalan pagi hanya 2 menit, insya Allah.
Program Perlindungan Rahasia Surah Al-Baqarah
Syekh berkata — siapa yang istikamah dengan amalan ini, sebanyak apa pun sihir dilakukan dan sedekat apa pun tukang sihir itu — bahaya tidak akan menyentuhnya, insya Allah. Perlindungan bagi seluruh anggota rumah.