Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

Ruqyah

Yang Berenang di Sungai Darah

Sebuah pemandangan yang diperlihatkan kepada Nabi ﷺ dalam mimpi. Syekh Wahid Abdussalam Bali berkata — inilah keadaan kubur pemakan riba. Pemandangan ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memberi kesempatan kembali.

Ruqyahribautangrezeki halal
Isi artikel
  1. Pemandangan di Dalam Kubur
  2. Jawaban Syekh
  3. Dalil — Laknat Tidak Hanya bagi Penerima
  4. Yang Perlu Dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Sebuah pemandangan yang diperlihatkan kepada Nabi ﷺ dalam mimpi. Syekh Wahid Abdussalam Bali berkata — inilah keadaan kubur pemakan riba. Pemandangan ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memberi kesempatan kembali.

Pemandangan di Dalam Kubur

Sebuah sungai — tetapi bukan air, melainkan darah. Seseorang berenang di dalamnya, dan di tepinya berdiri orang lain.

Setiap kali ia berenang mendekati tepi, setiap kali itu pula orang di tepi menjejalkan sebuah batu ke mulutnya. Ia pun kembali ke tengah sungai. Datang lagi, dijejali batu lagi.

Nabi ﷺ bertanya — siapakah ini? Dijawab: Dia pemakan riba. Riwayat ini terdapat dalam Sahih Bukhari.

Syekh Bali berkata — azab itu tidak berhenti di kubur saja; rumah yang dimasuki riba, berkahnya pun hilang dari rumah itu.

Jawaban Syekh

Pelaku bisnis riba melewati malamnya dalam laknat Allah, dan memasuki paginya dalam murka-Nya.

Allah berfirman bahwa Dia memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah (Surah Al-Baqarah, ayat 276). Dan bagi orang-orang yang tidak meninggalkan riba, telah datang pemakluman perang dari Allah dan Rasul-Nya (Surah Al-Baqarah, ayat 278–279).

Dalil — Laknat Tidak Hanya bagi Penerima

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ، وَقَالَ: هُمْ سَوَاءٌ

Rasulullah ﷺ melaknat orang yang menerima riba, pemberi riba, penulisnya, dan kedua saksinya; dan beliau bersabda — mereka semua sama. (Sahih Muslim 1598)

Syekh juga memperingatkan tentang utang — jiwa seorang mukmin tertahan karena utangnya, hingga utang itu dilunasi (Sunan At-Tirmidzi). Karena itu, jangan berutang tanpa kebutuhan.

Yang Perlu Dilakukan

  1. Di samping kegelisahan dan sakit di rumah, periksalah juga sumber penghasilan Anda.
  2. Utang dengan tambahan syarat pada tingkat tertentu — tinggalkan keduanya, baik meminjam maupun meminjamkan.
  3. Kemitraan pada bagian tertentu dari keuntungan itu boleh, bukan dengan tingkat tetap atas modal.
  4. Jika ingin menukar emas lama dengan emas baru, juallah dulu, kemudian beli secara terpisah.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi terpisah untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam grup bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi terpisah untuk setiap masalah yang berbeda ★ Segmen panduan dan tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulislah Session di pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: Disarikan dari ceramah Syekh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Pusat Penyembuhan Ruqyah Al-Qur'an

Baca juga