Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

Apa yang Terjadi di Kubur Orang yang Suka Bergibah

Pada malam Mikraj, Nabi ﷺ melihat sekelompok orang — mencakar wajah dan dada mereka sendiri dengan kuku dari tembaga. Jibril 'alaihissalam menjelaskan siapa mereka.

ruqyahgibahmenjaga lisanazab kubur
Isi artikel
  1. Bagaimana Pemandangan Itu Tampak
  2. Jawaban Syekh
  3. Dalil — Daging Saudara yang Telah Mati
  4. Yang Harus Dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Pada malam Mikraj, Nabi ﷺ melihat sekelompok orang — mencakar wajah dan dada mereka sendiri dengan kuku dari tembaga. Jibril 'alaihissalam menjelaskan siapa mereka.

Bagaimana Pemandangan Itu Tampak

Pada malam Mikraj, Nabi ﷺ melewati sekelompok orang yang kukunya dari tembaga. Mereka terus mencakar wajah dan dada mereka sendiri.

Beliau bertanya — Wahai Jibril, siapa mereka? Dijawab — Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia dan menodai kehormatan manusia.

Dan ketika melewati dua kuburan, beliau bersabda — Keduanya sedang diazab; yang satu tidak menjaga diri dari air kencing, yang lain memakan daging manusia.

Majelis itu dimulai dengan obrolan biasa; berakhir dengan nama seseorang, aib seseorang, ejekan terhadap seseorang. Perhitungannya terus menumpuk di catatan yang lain.

Jawaban Syekh

Gibah artinya — engkau membicarakan saudaramu dengan sesuatu yang tidak ia sukai bila mendengarnya. Walaupun benar, itu tetap gibah.

Seseorang berkata, saya kan hanya mengatakan apa adanya. Nabi ﷺ bersabda — Jika engkau mengatakan apa yang ada padanya, itu gibah; dan jika engkau mengatakan apa yang tidak ada padanya, engkau telah memfitnahnya. Syekh mengatakan, gibah terjadi pada urusan fisik, agama, kebiasaan duniawi, dan keturunan.

Pada hari kiamat, orang yang datang dengan salat, puasa, dan zakat, pahalanya habis dibagi-bagikan, lalu dosa orang lain dibebankan ke lehernya. Syekh berkata — Inilah orang yang bangkrut. (Sahih Muslim)

Dalil — Daging Saudara yang Telah Mati

وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًۭا فَكَرِهْتُمُوهُ

Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. (Surah Al-Hujuraat 49:12 — Indonesian Islamic Affairs Ministry; terjemahan ayat secara lengkap)

Suatu kali Aisyah radhiyallahu 'anha mengisyaratkan dengan tangannya tentang tinggi badan Shafiyyah radhiyallahu 'anha. Nabi ﷺ bersabda — Engkau telah mengucapkan satu kalimat yang seandainya dicampurkan ke air laut, niscaya akan mengeruhkannya.

Yang Harus Dilakukan

  1. Jika nama seseorang mulai dibicarakan di majelis, hentikanlah, atau bangkitlah pergi — diam pun termasuk ikut terlibat.
  2. Jika harus menasihati, lakukan secara empat mata — menasihati di depan umum adalah semacam penghinaan.
  3. Tutupilah aib saudaramu, jangan menyebarkannya — kehormatannya adalah amanah bagi Anda.
  4. Sebelum membuka mulut, pikirkanlah — berkatalah yang baik, atau diamlah.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi tersendiri untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam kelompok bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi tersendiri untuk setiap masalah yang berbeda ★ Bagian panduan dan tanya jawab di setiap sesi

Hadiah kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulis Session lewat pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: Berdasarkan ceramah Syekh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan susunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Pusat Penyembuhan Ruqyah Al-Qur'an

Baca juga