Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

Amalan-amalan mengelilingi di dalam kubur

Syaikh Bali menyampaikan riwayat Ibnu Hibban — salat di sisi kepala, puasa di sebelah kanan, zakat di sebelah kiri, dan kebaikan kepada manusia di dekat kaki.

ruqyahwaktu salatazab kuburamal saleh
Isi artikel
  1. Bagaimana pemandangan itu tampak
  2. Jawaban Syaikh
  3. Dalil — amal adalah perisai
  4. Yang perlu dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Syaikh Bali menyampaikan riwayat Ibnu Hibban — salat di sisi kepala, puasa di sebelah kanan, zakat di sebelah kiri, dan kebaikan kepada manusia di dekat kaki.

Bagaimana pemandangan itu tampak

Orang-orang kembali pulang dari kubur, dan si mayit mendengar suara sandal mereka. Tepat saat itulah azab hendak masuk — tetapi amalnya berdiri mengelilinginya.

Jika azab datang dari arah kepala, salat berkata — tidak ada jalan masuk dari sini. Jika datang dari kanan, puasa; dari kiri, zakat; dan jika datang dari arah kaki, ihsan kepada sesama manusia dan perbuatan baik.

Kemudian dikatakan — duduklah. Ia pun duduk; ia melihat matahari hampir terbenam.

Para malaikat bertanya, apa pendapatmu tentang orang yang diutus di tengah-tengah kalian? Ia menjawab — Biarkan aku, aku ingin melaksanakan salat dahulu.

Jawaban Syaikh

Bahkan di dalam kubur, yang pertama kali terpikir olehnya adalah salat — sebab di dunia ia tidak pernah meninggalkan waktu salat.

Syaikh berkata, salat diletakkan di sisi kepala orang mukmin karena hati, pikiran, dan perhatiannya semuanya terikat pada waktu salat. Adapun orang-orang yang lalai terhadap salat, dalam Al-Qur'an telah datang peringatan keras bagi mereka. (Surah Al-Ma'un, ayat 4–5)

Nabi ﷺ bahkan di medan perang pun tidak menunda salat dari waktunya — pasukan dibagi menjadi dua kelompok untuk melaksanakannya. Lalu pantaskah menundanya demi bisnis atau pekerjaan?

Dalil — amal adalah perisai

فَإِنْ كَانَ مُؤْمِنًا كَانَتِ الصَّلَاةُ عِنْدَ رَأْسِهِ، وَكَانَ الصِّيَامُ عَنْ يَمِينِهِ، وَكَانَتِ الزَّكَاةُ عَنْ شِمَالِهِ

Jika ia seorang mukmin, salat berada di sisi kepalanya, puasa di sisi kanan, dan zakat di sisi kiri. (Sahih Ibnu Hibban — dengan sanad sahih)

Adapun orang yang tidak punya amal, tidak ada apa pun yang didapat dari arah mana pun — ia tidak salat, tidak berpuasa, tidak berzakat, dan tidak pula berbuat baik. Saat itu tidak ada seorang pun di sisinya.

Yang perlu dilakukan

  1. Kerjakan salat tepat pada waktunya — pekerjaan, bisnis, atau rasa lelah bukanlah alasan.
  2. Tunaikan puasa dan zakat dengan penuh perhitungan — di dalam kubur, keduanyalah yang berdiri di dua sisi.
  3. Bergegaslah menolong sesama — sedekah, memenuhi kebutuhan, dan membantu.
  4. Dunia hanyalah sesaat — gunakan waktu ini untuk ketaatan.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi terpisah untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi secara berkelompok dengan raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi terpisah untuk setiap masalah yang berbeda ★ Bagian panduan serta tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulis Session di pesan — insya Allah saya akan kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: Disarikan dari ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga