Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

Persiapannya Harus Dimulai Hari Ini

Syaikh Wahid Abdussalam Bali menjelaskannya langkah demi langkah — apa saja yang sebenarnya dimaksud dengan mempersiapkan diri menghadapi kematian.

ruqyahmengingat kematianhak sesama hambaistigfar
Isi artikel
  1. Sebuah Kisah
  2. Jawaban Syaikh
  3. Dalil — Siapa yang Menjadi Sahabat
  4. Yang Perlu Dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Syaikh Wahid Abdussalam Bali menjelaskannya langkah demi langkah — apa saja yang sebenarnya dimaksud dengan mempersiapkan diri menghadapi kematian.

Sebuah Kisah

Syaikh berkata — seseorang pernah menceritakan kepada beliau tentang malam pernikahan temannya. Setelah melepas para tamu, sang mempelai pria berbicara di telepon, hendak pergi menjemput pengantin wanita.

Dengan tubuh gemetar karena bahagia, ia jatuh — dan tidak bangun lagi. Pernikahan sudah terlaksana, tetapi ia tak sempat berumah tangga; kebahagiaannya tidak menjadi sempurna.

Syaikh berkata — betapa banyak orang yang tidur lalu tidak bangun lagi; betapa banyak orang yang berangkat bepergian lalu tidak kembali; betapa banyak orang yang berdiri lalu tidak sempat duduk.

Maka pertanyaannya hanya satu — bagaimana Anda akan mempersiapkannya?

Jawaban Syaikh

Langkah pertama — banyak mengingat kematian. Langkah kedua — menjenguk orang yang sakit.

Syaikh berkata — jika Anda melihat penderitaan orang sakit, Anda akan bersyukur kepada Allah dan bersegera dalam amal saleh, sebelum keadaan itu menimpa Anda. Siapa yang menjenguk orang sakit di pagi hari, tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya hingga sore. (Sunan at-Tirmidzi)

Langkah ketiga — banyak mendengarkan ceramah yang menggetarkan hati. Syaikh berkata, hati bisa menjadi keras; kita butuh seseorang yang membangunkan kita dari kelalaian.

Dalil — Siapa yang Menjadi Sahabat

لَا تُصَاحِبْ إِلَّا مُؤْمِنًا وَلَا يَأْكُلْ طَعَامَكَ إِلَّا تَقِيٌّ

Janganlah engkau bersahabat kecuali dengan orang mukmin, dan janganlah ada yang memakan makananmu kecuali orang yang bertakwa. (Sunan at-Tirmidzi — dengan sanad hasan)

Syaikh berkata — sahabat yang mukmin akan menolong Anda ketika melihat Anda dalam kebaikan, dan memperingatkan Anda ketika melihat Anda dalam keburukan. Dan kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat — tunaikan hak sesama hamba hari ini juga.

Yang Perlu Dilakukan

  1. Sebelum tidur, periksalah apakah masih ada hak sesama hamba yang belum tertunaikan; jika ada, selesaikan hari ini juga.
  2. Jika masih ada salat yang tertinggal, kerjakanlah sebelum tidur — bisa jadi Anda tidak bangun lagi.
  3. Jenguklah orang sakit, ziarahilah kubur, dan bergaullah dengan orang-orang saleh.
  4. Isilah setiap jam dengan istigfar dan tasbih — ringan di lidah, berat di timbangan.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi tersendiri untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi secara berkelompok dengan raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi tersendiri untuk setiap masalah yang berbeda ★ Bagian panduan serta tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulis Session lewat pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: Disarikan dari ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga