ruqyah
Sahabat yang dulu tertawa bersamamu kini telah tiada
Syaikh Wahid Abdussalam Bali berkata — kematian tidak mengenal usia dan tidak membutuhkan sebab apa pun. Dia menunggu di sana, dan engkau menyusul di belakangnya.
Isi artikel
Syaikh Wahid Abdussalam Bali berkata — kematian tidak mengenal usia dan tidak membutuhkan sebab apa pun. Dia menunggu di sana, dan engkau menyusul di belakangnya.
Bagaimana gambaran itu muncul di hadapan kita
Dengan kematian, Allah menundukkan leher orang-orang yang sombong, mematahkan punggung para raja, dan memperpendek angan-angan panjang para kaisar.
Dari istana ke kubur, dari terangnya buaian ke gelapnya kubur, dari kenyamanan dan wewangian ke tengah cacing tanah — perjalanan itu terjadi hanya dalam satu malam.
Adakah salah satu dari mereka yang kini masih menyahut? Adakah terdengar suara lirih sekalipun? Tak seorang pun menemukan benteng untuk berlindung dari tangan kematian.
Dan wahai pemuda yang penuh mimpi — sahabat yang biasa makan, bercanda, dan bermain bersamamu, kematian telah merenggutnya tepat dari hadapanmu. Dia menunggu di kubur, dan engkau menyusul di belakangnya.
Jawaban Syaikh
Kematian tidak mengenal usia dan tidak membutuhkan sebab apa pun — ia datang secara tiba-tiba.
Syaikh berkata, Allah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji — bukan siapa yang paling banyak beramal, melainkan siapa yang amalannya paling baik. Amalan yang baik berarti ihsan: beribadah seakan-akan engkau melihat-Nya; jika engkau tidak melihat-Nya, sungguh Dia melihatmu.
Para nabi dan rasul pun telah berpulang, begitu pula orang-orang saleh. Maka pertanyaannya hanya satu — persiapan apa yang telah engkau siapkan untuk hari itu?
Dalil — siapa yang paling baik amalannya
ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًۭا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ
Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun. (Surah Al-Mulk 67:2 — Indonesian Islamic Affairs Ministry)
Sebesar apa pun dosa, tobat yang tulus menghapusnya — barang siapa mengerjakan keburukan atau menzalimi dirinya, lalu memohon ampun kepada Allah, ia akan mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Surah An-Nisa', ayat 110)
Yang perlu dilakukan
- Salatlah tobat dua rakaat hari ini juga, dan berjanjilah kepada Tuhanmu.
- Tinggalkan dosa, dan tutup juga jalan menuju dosa — jauhilah apa yang menarikmu kepadanya.
- Perbanyak istigfar dan bersedekahlah — sedekah memadamkan dosa, sebagaimana air memadamkan api.
- Jangan perbanyak amalan, tetapi buatlah lebih baik — dengan perasaan bahwa Allah sedang melihat.
Kursus Ruqyah Bulanan
★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi terpisah untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam grup bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi tersendiri untuk masalah yang berbeda-beda ★ Bagian panduan serta tanya jawab di setiap sesi
Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulis Session lewat pesan — tautan formulirnya akan saya kirimkan, insya Allah.
Sumber: Disarikan dari ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali
Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center
Baca juga
Sihir Diperbarui Saat Kita Tidur?
Sering bermimpi makan dan minum? Bangun tidur badan terasa remuk? Hari ini Anda akan belajar amalan untuk menutup pintu tersembunyi tempat masuknya gangguan itu, insya Allah.
Ayat yang Jika Dibaca 7 Kali Membuat Waswas "Membeku"
Waswas yang berulang setiap hari, pikiran negatif, dan hambatan yang terus datang dalam pekerjaan — hari ini Anda akan belajar cara menghentikannya dengan sebuah amalan pagi hanya 2 menit, insya Allah.
Program Perlindungan Rahasia Surah Al-Baqarah
Syekh berkata — siapa yang istikamah dengan amalan ini, sebanyak apa pun sihir dilakukan dan sedekat apa pun tukang sihir itu — bahaya tidak akan menyentuhnya, insya Allah. Perlindungan bagi seluruh anggota rumah.