Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

Kematian — Pemberi Nasihat yang Diam

Syaikh Wahid Abdussalam Bali berkata — mengingat kematian adalah sunnah yang terlupakan; padahal tanpa berkata apa pun, ia memberikan nasihat yang paling keras.

ruqyahmengingat kematianakhiratpenyucian diri
Isi artikel
  1. Sebuah riwayat
  2. Perkataan Syaikh
  3. Dalil — Semua orang harus merasakannya
  4. Yang perlu dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Syaikh Wahid Abdussalam Bali berkata — mengingat kematian adalah sunnah yang terlupakan; padahal tanpa berkata apa pun, ia memberikan nasihat yang paling keras.

Sebuah riwayat

Syaikh menyebutkan sebuah riwayat — Malaikat Maut datang kepada Sulaiman 'alaihissalam dalam rupa manusia. Suatu hari seorang lelaki masuk ke rumah, dan sang malaikat terus menatapnya dengan tajam.

Lelaki itu ketakutan lalu berkata — Wahai Nabi Allah, perintahkanlah angin untuk membawaku ke negeri yang sangat jauh. Angin pun membawanya dalam sekejap.

Keesokan harinya sang malaikat berkata — Aku heran, lelaki itu duduk di dekatmu, padahal aku diperintahkan untuk mencabut rohnya sesaat kemudian di negeri yang jauh itu.

Ketika waktunya tiba dan aku pergi, ternyata ia sudah di sana menungguku. Tak seorang pun tahu di bumi mana ia akan mati.

Perkataan Syaikh

Syaikh berkata — ingatlah kematian setiap hari; pemberi nasihat ini menghentikan kita tanpa berkata apa pun.

Jika teringat kematian saat berdiri salat, salat dikerjakan dengan lebih sungguh-sungguh; jika dosa ada di depan mata lalu teringat kematian, kita bisa meninggalkannya; jika muncul keinginan yang haram, ia memudar; dan ketika membuka Al-Qur'an, tilawah menjadi lebih mendalam.

Penyesalan Syaikh — kebanyakan orang hanya mengingat kematian pada hari jenazah. Padahal Nabi ﷺ telah menyuruh kita memperbanyak mengingat kematian.

Dalil — Semua orang harus merasakannya

كُلُّ نَفْسٍۢ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya. (Surah Aal-i-Imraan 3:185 — Indonesian Islamic Affairs Ministry; terjemahan ayat secara lengkap)

Nabi ﷺ bersabda — Perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan, yaitu kematian. (Sunan At-Tirmidzi — hasan) Dan tak seorang pun tahu di bumi mana ia akan mati (Surah Luqman, ayat 34).

Yang perlu dilakukan

  1. Ingatlah kematian setidaknya sekali setiap hari — jadikanlah itu kebiasaan.
  2. Sesekali ziarahilah kubur; berdirilah sejenak di samping kubur orang yang Anda kenal.
  3. Ketika dosa ada di depan mata, tanyakan kepada diri sendiri — bagaimana jika panggilan itu datang dalam keadaan ini?
  4. Mintalah kepada Allah agar Dia senantiasa mengingatkan Anda tentang kematian.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi tersendiri untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis seharga 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam grup bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi tersendiri untuk masalah yang berbeda-beda ★ Bagian panduan dan tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulis Session lewat pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: disarikan dari ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga