Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

Terkagum-kagum sendiri melihat amalan Anda?

Syaikh Wahid Abdussalam Bali menyebutnya ujub — penyakit yang diam-diam masuk ke dalam hati yang lalai. Beliau juga telah menjelaskan pengobatannya dalam tiga langkah.

ruqyahujubikhlaspengobatan nafsu
Isi artikel
  1. Bagaimana penyakit ini menjangkiti
  2. Jawaban Syaikh
  3. Dalil — surga bukan imbalan amalan
  4. Yang perlu dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Syaikh Wahid Abdussalam Bali menyebutnya ujub — penyakit yang diam-diam masuk ke dalam hati yang lalai. Beliau juga telah menjelaskan pengobatannya dalam tiga langkah.

Bagaimana penyakit ini menjangkiti

Sebuah amalan telah selesai — salat malam, tilawah yang panjang, atau sebuah tulisan. Setelah selesai, muncul perasaan manis di dalam hati: aku ternyata bisa.

Syaikh Bali berkata — perasaan inilah yang disebut ujub. Penyakit ini masuk ke dalam hati sebagian orang yang lalai; setelah beramal, ia justru terkagum-kagum pada amalannya sendiri.

Bahayanya, penyakit ini tidak bisa dikenali dari luar. Salat dan tilawah tetap berjalan dengan baik, hanya klaim di dalam hati yang berubah.

Syaikh berkata — siapa pun yang ingin terbebas dari penyakit ini, ia harus berpegang pada tiga hal.

Jawaban Syaikh

Anda tidak akan mampu melakukan ibadah apa pun — tanpa taufik dari Allah. Jika Dia tidak memberi taufik, Anda bahkan tidak akan bisa berdiri untuk salat.

Langkah pertama — merasakan nikmat-nikmat Allah, dan dalam bersyukur juga melihat kekurangan diri sendiri. Kedua — mengetahui bahwa tilawah, tahajud, dan salat semuanya adalah taufik dari-Nya. Ketiga — menilai amalan sendiri sekali lagi dengan saksama.

Syaikh bertanya — salat yang dibanggakan itu, apakah Anda bersama Allah dari awal hingga akhir? Tiga rakaat pikiran ke tempat lain, satu rakaat hadir — salat seperti itu tidak sesuai dengan keagungan-Nya.

Dalil — surga bukan imbalan amalan

لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ. قَالُوا: وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: وَلَا أَنَا، إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِيَ اللَّهُ بِرَحْمَةٍ مِنْهُ وَفَضْلٍ

Amalan salah seorang di antara kalian tidak akan memasukkannya ke surga. Para sahabat bertanya, Engkau juga tidak, wahai Rasulullah? Beliau menjawab, Aku pun tidak — kecuali jika Allah menaungiku dengan rahmat dan karunia-Nya. (Sahih Bukhari dan Sahih Muslim)

Syaikh berkata — kita beribadah agar Allah merahmati kita; jika rahmat datang, surga pun menyusul. Semakin bertambah nikmat, semakin bertambah pula syukur yang harus dilakukan — lalu di mana tempat untuk bangga?

Yang perlu dilakukan

  1. Berhentilah sejenak setelah beramal — ingatlah nikmat-nikmat itu, dan dalam bersyukur akuilah juga kekurangan diri.
  2. Ingatlah, taufik itu milik-Nya — jika Dia tidak memberi, salat, tilawah, dan qiyamullail tidak akan terjadi sama sekali.
  3. Periksalah amalan yang dibanggakan — di berapa rakaat hati hadir, dan di berapa rakaat tidak.
  4. Kekuatan menulis, kemampuan memahami, dan daya berpikir — semuanya pemberian-Nya; maka alhamdulillah.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi terpisah untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan konsultasi berkelompok bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi terpisah untuk masalah yang berbeda-beda ★ Bagian panduan dan tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulis Session lewat pesan — insya Allah saya akan kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: Disarikan dari ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan susunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga