ruqyah
Terkagum-kagum sendiri melihat amalan Anda?
Syaikh Wahid Abdussalam Bali menyebutnya ujub — penyakit yang diam-diam masuk ke dalam hati yang lalai. Beliau juga telah menjelaskan pengobatannya dalam tiga langkah.
Isi artikel
Syaikh Wahid Abdussalam Bali menyebutnya ujub — penyakit yang diam-diam masuk ke dalam hati yang lalai. Beliau juga telah menjelaskan pengobatannya dalam tiga langkah.
Bagaimana penyakit ini menjangkiti
Sebuah amalan telah selesai — salat malam, tilawah yang panjang, atau sebuah tulisan. Setelah selesai, muncul perasaan manis di dalam hati: aku ternyata bisa.
Syaikh Bali berkata — perasaan inilah yang disebut ujub. Penyakit ini masuk ke dalam hati sebagian orang yang lalai; setelah beramal, ia justru terkagum-kagum pada amalannya sendiri.
Bahayanya, penyakit ini tidak bisa dikenali dari luar. Salat dan tilawah tetap berjalan dengan baik, hanya klaim di dalam hati yang berubah.
Syaikh berkata — siapa pun yang ingin terbebas dari penyakit ini, ia harus berpegang pada tiga hal.
Jawaban Syaikh
Anda tidak akan mampu melakukan ibadah apa pun — tanpa taufik dari Allah. Jika Dia tidak memberi taufik, Anda bahkan tidak akan bisa berdiri untuk salat.
Langkah pertama — merasakan nikmat-nikmat Allah, dan dalam bersyukur juga melihat kekurangan diri sendiri. Kedua — mengetahui bahwa tilawah, tahajud, dan salat semuanya adalah taufik dari-Nya. Ketiga — menilai amalan sendiri sekali lagi dengan saksama.
Syaikh bertanya — salat yang dibanggakan itu, apakah Anda bersama Allah dari awal hingga akhir? Tiga rakaat pikiran ke tempat lain, satu rakaat hadir — salat seperti itu tidak sesuai dengan keagungan-Nya.
Dalil — surga bukan imbalan amalan
لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ. قَالُوا: وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: وَلَا أَنَا، إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِيَ اللَّهُ بِرَحْمَةٍ مِنْهُ وَفَضْلٍ
Amalan salah seorang di antara kalian tidak akan memasukkannya ke surga. Para sahabat bertanya, Engkau juga tidak, wahai Rasulullah? Beliau menjawab, Aku pun tidak — kecuali jika Allah menaungiku dengan rahmat dan karunia-Nya. (Sahih Bukhari dan Sahih Muslim)
Syaikh berkata — kita beribadah agar Allah merahmati kita; jika rahmat datang, surga pun menyusul. Semakin bertambah nikmat, semakin bertambah pula syukur yang harus dilakukan — lalu di mana tempat untuk bangga?
Yang perlu dilakukan
- Berhentilah sejenak setelah beramal — ingatlah nikmat-nikmat itu, dan dalam bersyukur akuilah juga kekurangan diri.
- Ingatlah, taufik itu milik-Nya — jika Dia tidak memberi, salat, tilawah, dan qiyamullail tidak akan terjadi sama sekali.
- Periksalah amalan yang dibanggakan — di berapa rakaat hati hadir, dan di berapa rakaat tidak.
- Kekuatan menulis, kemampuan memahami, dan daya berpikir — semuanya pemberian-Nya; maka alhamdulillah.
Kursus Ruqyah Bulanan
★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi terpisah untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan konsultasi berkelompok bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi terpisah untuk masalah yang berbeda-beda ★ Bagian panduan dan tanya jawab di setiap sesi
Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulis Session lewat pesan — insya Allah saya akan kirimkan tautan formulirnya.
Sumber: Disarikan dari ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali
Terjemahan dan susunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center
Baca juga
Sihir Diperbarui Saat Kita Tidur?
Sering bermimpi makan dan minum? Bangun tidur badan terasa remuk? Hari ini Anda akan belajar amalan untuk menutup pintu tersembunyi tempat masuknya gangguan itu, insya Allah.
Ayat yang Jika Dibaca 7 Kali Membuat Waswas "Membeku"
Waswas yang berulang setiap hari, pikiran negatif, dan hambatan yang terus datang dalam pekerjaan — hari ini Anda akan belajar cara menghentikannya dengan sebuah amalan pagi hanya 2 menit, insya Allah.
Program Perlindungan Rahasia Surah Al-Baqarah
Syekh berkata — siapa yang istikamah dengan amalan ini, sebanyak apa pun sihir dilakukan dan sedekat apa pun tukang sihir itu — bahaya tidak akan menyentuhnya, insya Allah. Perlindungan bagi seluruh anggota rumah.