Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

Setiap pandangan meninggalkan satu noda

Syaikh Bali berkata — di zaman ini, menundukkan pandangan itu sebuah jihad, dan pahalanya pun seperti pahala para mujahid.

ruqyahmenjaga pandanganpengobatan nafsuwaswas
Isi artikel
  1. Begini kejadiannya
  2. Jawaban Syaikh
  3. Dalil — perintah ini untuk keduanya
  4. Yang perlu dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Syaikh Bali berkata — di zaman ini, menundukkan pandangan itu sebuah jihad, dan pahalanya pun seperti pahala para mujahid.

Begini kejadiannya

Ponsel di tangan. Membuka satu aplikasi lalu menutupnya, membuka yang lain lalu menutupnya, lalu yang lain lagi. Tepat di sebelahnya, ikon mushaf tergeletak begitu saja — tidak pernah dibuka.

Syaikh berkata, keadaannya seperti ini — kebaikan sudah terhampar di depan mata, tetapi orang berlalu begitu saja tanpa mengulurkan tangan.

Di jalan pun keadaannya sama. Dari rumah sampai kantor, betapa banyak orang yang lewat di depan mata, betapa banyak pemandangan yang lewat.

Maka pertanyaannya — bagaimana menjaga mata di zaman ini?

Jawaban Syaikh

Pada setiap pandangan, satu titik jatuh di hati — putih jika mata ditundukkan, hitam jika mata diangkat untuk memandang.

Syaikh berkata, di penghujung hari hitunglah sendiri — hari ini berapa titik putih yang terkumpul, dan berapa titik hitam? Seberapa banyak bagian hati yang tetap putih?

Dan ini bukan hanya tanggung jawab laki-laki. Dalam surah yang sama, Allah memerintahkan laki-laki dan perempuan — keduanya — untuk menundukkan pandangan.

Dalil — perintah ini untuk keduanya

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَٰرِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai hasrat (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung. (Surah An-Noor 24:31 — Indonesian Islamic Affairs Ministry; terjemahan ayat secara lengkap)

Nabi ﷺ bersabda — fitnah dipaparkan kepada hati seperti anyaman tikar, satu helai demi satu helai; hati yang menolaknya akan bertanda titik putih, dan hati yang menerimanya akan bertanda titik hitam. (Sahih Muslim 144)

Yang perlu dilakukan

  1. Setiap pagi sebelum keluar rumah, berdoalah — tolonglah aku hari ini untuk menundukkan pandangan.
  2. Ujilah diri Anda di jalan — sampai tiba di tujuan, tidak sekali pun akan mengangkat pandangan.
  3. Selesaikan urusan di toko, apotek, atau kasir dengan tetap menundukkan pandangan.
  4. Sebanyak keburukan yang ada di internet, sebarkan pula kebaikan sebanyak itu — sebuah hadis, sebuah perkataan yang bermanfaat.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi terpisah untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan konsultasi bersama raqi dalam grup ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi terpisah untuk masalah yang berbeda-beda ★ Bagian panduan serta tanya jawab di setiap sesi

Hadiah kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulislah Session di pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: disarikan dari ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan susunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga