Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

Ruqyah

'Ain dan hasad Bukanlah Hal yang Sama

Syaikh Bali lebih dahulu menjelaskan perbedaannya, lalu memberikan pengobatan yang menyeluruh — perlindungan, penanganan, dan menahan diri.

Ruqyah'ainhasadAllahumma barik
Isi artikel
  1. Di Mana Perbedaannya
  2. Jawaban Syaikh
  3. Dalil — Hasad Disebut dalam Surah Perlindungan
  4. Yang Perlu Dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Syaikh Bali lebih dahulu menjelaskan perbedaannya, lalu memberikan pengobatan yang menyeluruh — perlindungan, penanganan, dan menahan diri.

Di Mana Perbedaannya

Hasad (dengki) berarti menginginkan hilangnya nikmat dari orang lain — misalnya melihat teman sekelas mendapat hasil bagus lalu berharap ia gagal, atau mengharapkan kerugian bagi pesaing. Ini adalah keberatan terhadap pembagian Allah itu sendiri.

'Ain (pandangan mata jahat) berbeda — yaitu memandang dengan kagum dan lupa mendoakan berkah. Karena itu orang saleh sekalipun bisa tanpa sengaja terkena 'ain — pada anaknya sendiri, mobilnya sendiri, atau tokonya sendiri.

  • Usaha yang berjalan baik tiba-tiba merugi
  • Hasil siswa yang unggul tiba-tiba anjlok
  • Keadaan tiba-tiba berbalik arah tanpa sebab

Syaikh juga mengingatkan — jangan berlebihan. Apa pun yang terjadi, jika terus-menerus mengatakan “'ain, hasad”, hidup justru terasa pahit dan malah menimbulkan tekanan batin. Jagalah agar urusan ini tetap seimbang.

Jawaban Syaikh

Pengobatan yang paling efektif adalah Surah Al-Fatihah dan Al-Mu'awwidzat — kata Syaikh, kami telah mengujinya berkali-kali.

Letakkan tangan di kepala, lalu dengan penuh keyakinan bacalah Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas — dua hingga tiga kali sehari. Lalu letakkan tangan di tempat yang sakit, ucapkan “Bismillah” tiga kali, kemudian ucapkan tujuh kali “A'udzu bi'izzatillahi wa qudratihi min syarri ma ajidu wa uhadzir”.

Ini bukan berarti meninggalkan pengobatan medis — Syaikh dengan tegas mengatakan, berobatlah juga, disertai ruqyah syar'iyyah. Dan jika diminta air bekas mandi, berikanlah. (Sahih Muslim 2188)

Dalil — Hasad Disebut dalam Surah Perlindungan

وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki." (Surah Al-Falaq 113:5 — Indonesian Islamic Affairs Ministry)

Nabi ﷺ setiap hari memohonkan perlindungan bagi Hasan dan Husain radhiyallahu 'anhuma dengan doa ini — “A'udzu bikalimatillahit tammah, min kulli syaithaanin wa hammah, wa min kulli 'ainin lammah”. (Sahih Bukhari)

Yang Perlu Dilakukan

  1. Setiap kali kagum, ucapkanlah “Allahumma barik” — Nabi ﷺ bersabda, mengapa tidak mendoakan berkah?
  2. Sembunyikan nikmat — tidak perlu menyebarkan foto mobil, rumah, atau anak.
  3. Bacalah Al-Fatihah dan Al-Mu'awwidzat pagi dan petang, serta tetaplah menjaga zikir pagi dan petang.
  4. Menyentuh kayu atau “lima jari di matamu” — itu semua hanyalah takhayul belaka, tinggalkanlah.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi terpisah untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam grup bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi terpisah untuk masalah yang berbeda-beda ★ Bagian panduan dan tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulis Session lewat pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: Disarikan dari pembahasan Syaikh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga