Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

Kenikmatan majelis itulah yang memakan habis amalan

Syekh Bali berkata — ghibah dan namimah, keduanya termasuk dosa besar. Dan begitulah pahala-pahala yang telah dikumpulkan lepas dari tangan pada hari kiamat.

ruqyahghibahmenjaga lisanmajelis
Isi artikel
  1. Perbedaan keduanya
  2. Jawaban Syekh
  3. Dalil — daging saudara yang sudah mati
  4. Yang perlu dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Syekh Bali berkata — ghibah dan namimah, keduanya termasuk dosa besar. Dan begitulah pahala-pahala yang telah dikumpulkan lepas dari tangan pada hari kiamat.

Perbedaan keduanya

Ghibah — membicarakan saudaranya di saat ia tidak ada dengan perkataan yang tidak ia sukai jika ia mendengarnya. Meskipun perkataan itu benar, itu tetap ghibah.

Namimah (adu domba) — membawa perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan.

Syekh berkata ghibah itu macam-macam — tentang fisik, tentang keturunan atau daerah, bahkan tentang agama. “Dia itu tidak salat Subuh” — meskipun benar, ini tetap ghibah.

Ada pula pengecualian: memperingatkan dari keburukan seseorang, mengadukan kepada alim ulama, menyebutkan aib dalam permintaan nasihat soal pernikahan — ini semua adalah nasihat.

Jawaban Syekh

Syekh berkata — siapa yang sibuk mencari-cari aib orang lain, hendaklah ia mulai mencari aibnya sendiri.

Dikatakan kepada Rabi' bin Khutsaim rahimahullah, mengapa Anda tidak mencela orang? Ia menjawab — aku saja tidak puas dengan diriku sendiri. Syekh berkata, orang takut kepada Allah atas dosa orang lain, tetapi merasa tenang atas dosanya sendiri.

Jika Anda terjebak dalam majelis ghibah, hentikanlah — katakan, ini sedang berghibah. Jika tidak berhenti, bangkitlah dan pergi; syarat mengingkari dengan hati adalah meninggalkan tempat itu.

Dalil — daging saudara yang sudah mati

وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًۭا فَكَرِهْتُمُوهُ

Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. (Surah Al-Hujuraat 49:12 — Indonesian Islamic Affairs Ministry; terjemahan ayat secara lengkap)

Nabi ﷺ bersabda — pengadu domba tidak akan masuk surga (Sahih Muslim). Dan terkait azab dua kubur, beliau mengatakan bahwa salah satunya dahulu suka mengadu domba (Sahih Bukhari).

Yang perlu dilakukan

  1. Jika ghibah dimulai di majelis, hentikanlah; jika tidak berhenti, bangkitlah dan pergi.
  2. Jika ada yang datang dan berkata “Si Fulan mengatakan ini tentang Anda” — jangan percaya, tetaplah berprasangka baik.
  3. Untuk memastikan kebenaran perkataan itu, jangan memata-matai — Allah melarang tajassus.
  4. Jangan biarkan lisan kosong — gantilah pembicaraan tentang orang dengan zikir kepada Allah.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi tersendiri untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan konsultasi bersama raqi dalam grup ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi tersendiri untuk masalah yang berbeda-beda ★ Bagian panduan dan tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulislah Session di pesan — saya akan mengirimkan tautan formulirnya, insya Allah.


Sumber: disarikan dari ceramah Syekh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan kompilasi: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga