Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

Hafalan Selesai, Kini Saatnya Bersyukur

Syekh Bali berkata kepada para penghafal Al-Qur'an, putra maupun putri — menghafal Al-Qur'an adalah nikmat dari Allah; dan syukur atas nikmat ini adalah dengan beramal.

ruqyahAl-Qur'anhafalanhak orang tua
Isi artikel
  1. Untuk Siapa Pesan Ini
  2. Nasihat Syekh
  3. Dalil — Di Mana Ada Rida Allah
  4. Yang Perlu Dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Syekh Bali berkata kepada para penghafal Al-Qur'an, putra maupun putri — menghafal Al-Qur'an adalah nikmat dari Allah; dan syukur atas nikmat ini adalah dengan beramal.

Untuk Siapa Pesan Ini

Hari selesainya hafalan itu bagaikan perayaan. Manisan dibagikan, foto diambil, semua orang meletakkan tangan di atas kepala.

Lalu beberapa bulan berlalu. Tidak ada lagi yang bertanya — Al-Qur'annya masih tetap bersamamu, bukan? Apakah dibaca dalam salat malam?

Dan suatu hari seseorang marah lalu berkata kasar. Orang-orang di sekitar pun diam menatap — mari kita lihat, apa yang akan dilakukan Pak Hafiz sekarang.

Syekh Bali menyampaikan beberapa nasihat kepada para penghafal Al-Qur'an, putra maupun putri, tepat pada hal-hal seperti ini.

Nasihat Syekh

Menghafal Al-Qur'an adalah nikmat dari Allah — dan syukur atas nikmat ini adalah mengamalkannya sesuai dengan hafalan itu.

Syekh berkata — hidupkanlah malam dengan Al-Qur'an, tanamkan adab Al-Qur'an dalam dirimu, dan ajarkan Al-Qur'an kepada orang lain. Sebab zakat ilmu adalah menyampaikannya; sebagaimana orang kaya akan ditanya tentang hartanya, demikian pula ulama dan penghafal akan ditanya tentang ilmunya.

Jadilah teladan bagi mereka yang tidak menghafal. Jika ada yang marah dan berkata kasar, diamlah, atau katakan — semoga Allah mengampuni Anda. Di sini Syekh juga membawakan sebuah kisah tentang Abu Bakar radhiyallahu 'anhu, tetapi beliau sendiri telah menyatakan bahwa riwayat tersebut memiliki kelemahan.

Dalil — Di Mana Ada Rida Allah

وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًۭا

Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, "Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil." (Surah Al-Israa 17:24 — Indonesian Islamic Affairs Ministry)

Nasihat terakhir Syekh — setiap hari tanyakanlah kepada ayah dan ibumu: “Hari ini apakah Ayah/Ibu rida kepadaku?” Apa yang terjadi di hati ayah dan ibu karena satu kalimat ini tidak ada bandingannya.

Yang Perlu Dilakukan

  1. Apa yang telah kamu hafal, amalkanlah — di sinilah letak syukurnya.
  2. Bacalah Al-Qur'an dalam qiyam di malam hari; bawalah adab Al-Qur'an ke dalam perilakumu.
  3. Ajarkanlah kepada orang lain — ilmu bukan untuk ditahan, zakatnya adalah menyampaikannya.
  4. Setiap hari mintalah doa kepada ayah dan ibu, dan tanyakanlah soal rida mereka.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi tersendiri untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi secara berkelompok dengan raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi tersendiri untuk masalah yang berbeda-beda ★ Bagian panduan serta tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulislah Session di pesan — tautan formulir akan kami kirimkan, insya Allah.


Sumber: Disarikan dari ceramah Syekh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga