Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

Lima Jalan Menjaga Silaturahmi

Syekh Bali menjelaskan secara praktis — apa yang harus dilakukan agar silaturahmi terjaga, dan apa yang harus Anda lakukan jika mereka berperilaku buruk.

ruqyahkekerabatansilaturahmikeluarga
Isi artikel
  1. Pemandangan yang Tidak Asing
  2. Jawaban Syekh
  3. Dalil — Dua Ganjaran
  4. Yang Perlu Dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Syekh Bali menjelaskan secara praktis — apa yang harus dilakukan agar silaturahmi terjaga, dan apa yang harus Anda lakukan jika mereka berperilaku buruk.

Pemandangan yang Tidak Asing

Kini bertemu kerabat hanya saat pernikahan dan pemakaman. Selebihnya, siapa berada di mana dan siapa yang sakit — tidak ada yang tahu.

Ada pula yang berpikir, mereka tidak berperilaku baik kepadaku; mengapa aku harus datang? Hubungan pun menjadi dingin dari kedua belah pihak.

Syekh Bali pertama-tama menjelaskan siapa saja yang termasuk arham — pada tingkat pertama ibu, saudari, bibi dari pihak ibu, bibi dari pihak ayah, keponakan perempuan dari saudara laki-laki, keponakan perempuan dari saudari; setelah itu saudara kandung, paman dan bibi dari pihak ayah, paman dan bibi dari pihak ibu, beserta anak-anak mereka.

Kemudian beliau menjelaskan satu per satu — bagaimana tepatnya menjaga silaturahmi.

Jawaban Syekh

Lima jalan — doa, harta sesuai kemampuan, berkunjung, bergegas membantu saat mereka membutuhkan, dan mengatakan kebaikan.

Syekh berkata — silaturahmi yang paling utama adalah mengajak mereka kepada Allah. Duduklah di samping bibi Anda dan tanyakan dengan lembut, apakah salat Subuhnya terjaga? Jika belum, katakan — Nabi ﷺ bersabda, barang siapa salat Subuh, ia berada dalam jaminan Allah.

Lalu bagaimana jika mereka berperilaku buruk? Seorang sahabat pernah menanyakan hal yang persis sama. Nabi ﷺ tidak menyuruhnya memutuskan hubungan — beliau bersabda, tetaplah engkau seperti keadaanmu.

Dalil — Dua Ganjaran

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Barang siapa ingin diluaskan rezekinya dan diberkahi umurnya, hendaklah ia menjaga hubungan kekerabatan. (Sahih Bukhari 5985, Sahih Muslim 2557)

Berbuat ihsan juga kepada mereka yang menyakiti — Nabi ﷺ bersabda kepada sahabat itu, jika benar seperti yang engkau katakan, maka seakan-akan engkau menyuapkan abu panas ke mulut mereka. (Sahih Muslim 2558)

Yang Perlu Dilakukan

  1. Di samping diri sendiri dan kedua orang tua, sertakan juga kerabat dalam doa Anda — silaturahmi yang paling mudah.
  2. Jika mampu, bantulah kerabat yang miskin, dan berikan hadiah kepada semua, sekecil apa pun.
  3. Datanglah sendiri untuk bertemu, tanyakan kabar, dan berdirilah di samping mereka saat mereka membutuhkan.
  4. Katakan kebaikan dengan bahasa yang lembut — apakah salat, Surah Al-Fatihah, dan tasyahud mereka sudah benar.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi tersendiri untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis seharga 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam kelompok bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi tersendiri untuk setiap masalah yang berbeda ★ Bagian panduan dan tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulis Session di pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: Disarikan dari ceramah Syekh Waheed Abdussalam Bali

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga