Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

Mereka yang Suci, Dicintai Allah

Allah berfirman bahwa Dia mencintai orang-orang yang bertobat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri (Surah Al-Baqarah, ayat 222). Syekh Bali menunjukkan bagaimana cara bersuci itu.

ruqyahwudhukesuciansunnah
Isi artikel
  1. Kesalahan-kesalahan dalam Berwudhu
  2. Cara Mandi yang Benar
  3. Dalil — Amalan Bilal radhiyallahu 'anhu
  4. Yang Perlu Dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Allah berfirman bahwa Dia mencintai orang-orang yang bertobat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri (Surah Al-Baqarah, ayat 222). Syekh Bali menunjukkan bagaimana cara bersuci itu.

Kesalahan-kesalahan dalam Berwudhu

Berwudhu dengan membuka keran penuh — Nabi ﷺ berwudhu dengan satu mud air dan mandi dengan air hingga lima mud. Sesungguhnya orang-orang yang boros adalah saudara setan (Surah Al-Isra', ayat 27).

Melafalkan niat dengan lisan — tempat niat adalah di dalam hati; pelafalan niat tidak terbukti dari Nabi ﷺ. Di awal cukup ucapkan “Bismillah”.

Berkumur dan menghirup air ke hidung secara terpisah masing-masing tiga kali — cara yang terbukti adalah berkumur dengan separuh dari seciduk air, dan separuh sisanya untuk hidung; demikian dilakukan tiga kali.

Hanya membasuh lengan tanpa membasuh tangan — membasuh tangan di awal adalah sunnah, tetapi membasuh tangan bersama lengan hukumnya fardu (Surah Al-Ma'idah, ayat 6).

Cara Mandi yang Benar

Dalam mandi junub bukan sabun, melainkan air; hadas besar tidak terangkat dengan sabun dan air.

Pertama, cucilah kemaluan dengan air dan sabun. Lalu berwudhulah dengan sempurna, setelah itu siramkan air ke kepala tiga kali, ke sisi kanan tiga kali, ke sisi kiri tiga kali — hanya dengan air. Terakhir, jika mau, gunakan sabun. Dengan mandi ini salat sudah boleh dikerjakan — Aisyah radhiyallahu 'anha berkata, Nabi ﷺ tidak berwudhu lagi setelah mandi.

Mandi haid dan nifas bagi perempuan sama saja, hanya ada dua tambahan — membersihkan bekas darah dengan kapas yang diberi wewangian, dan tidak perlu mengurai kepangan rambut; cukup air sampai ke pangkal rambut.

Dalil — Amalan Bilal radhiyallahu 'anhu

مَا تَطَهَّرْتُ طَهُورًا فِي سَاعَةٍ مِنْ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ إِلَّا صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُورِ مَا كُتِبَ لِي أَنْ أُصَلِّيَ

Pada waktu kapan pun, malam atau siang, setiap kali aku bersuci, aku salat dengan kesucian itu sebanyak yang telah ditetapkan untukku. (Sahih Bukhari)

Setelah subuh Nabi ﷺ memanggil — Bilal, semalam aku mendengar suara langkah kakimu di surga; amalan apa dalam Islam yang paling engkau harapkan pahalanya? Jawabannya adalah dua rakaat itu.

Yang Perlu Dilakukan

  1. Bukalah keran sedikit saja — berwudhulah dengan aliran kecil; menyia-nyiakan air juga termasuk pemborosan.
  2. Jangan melafalkan niat dengan lisan — cukup “Bismillah”; tempat niat adalah di dalam hati.
  3. Berkumur dan membersihkan hidung dengan seciduk air — tiga kali; dan basuhlah tangan bersama lengan.
  4. Setelah berwudhu, langsung salat dua rakaat — itulah amalan Bilal radhiyallahu 'anhu tersebut.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi terpisah untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam grup bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi tersendiri untuk setiap masalah yang berbeda ★ Bagian panduan dan tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulislah Session di pesan — tautan formulir akan saya kirimkan, insya Allah.


Sumber: disarikan dari ceramah Syekh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga