Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

Salat Awwabin yang Sebenarnya Itu yang Mana?

Dalam hadis sahih, Salatul Awwabin berarti Salatud Duha — setelah matahari naik tinggi, ketika pasir mulai panas oleh terik matahari.

ruqyahSalatud DuhaAwwabinsalat
Isi artikel
  1. Dari Mana Nama Ini Berasal
  2. Penjelasan Syekh
  3. Dalil — Waktu dan Keutamaan
  4. Yang Perlu Dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Dalam hadis sahih, Salatul Awwabin berarti Salatud Duha — setelah matahari naik tinggi, ketika pasir mulai panas oleh terik matahari.

Dari Mana Nama Ini Berasal

Anak-anak unta merumput berkeliling di belakang induknya. Ketika matahari mulai terik dan pasir terasa panas di kaki, mereka berhenti merumput lalu pergi duduk di tempat teduh. Keadaan inilah yang disebut orang Arab “Ramidatil Fisal”.

Nabi ﷺ menyebut waktu itulah tepatnya sebagai waktu salat Awwabin — pada pagi hari setelah matahari naik cukup tinggi.

“Awwab” berarti orang yang berulang kali kembali kepada Allah. Meskipun bukan salat fardu, rentang waktu yang panjang antara Subuh dan Zuhur tidak mungkin ia biarkan kosong.

Dalam hadis qudsi disebutkan — Hamba-Ku terus mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan sunah, hingga akhirnya Aku mencintainya.

Penjelasan Syekh

Para ulama menyebut salat Duha sebagai sedekah untuk anggota badan — dua rakaat saja sudah mencukupi untuk semuanya.

Setiap hari, untuk setiap persendian tubuh harus ada satu sedekah — setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, memerintahkan kebaikan adalah sedekah, dan melarang kemungkaran juga sedekah. Dan dua rakaat salat Duha mencukupi semua itu.

Dalil — Waktu dan Keutamaan

صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

Salat orang-orang Awwabin adalah ketika kaki anak-anak unta mulai terbakar oleh panasnya terik matahari. (Sahih Muslim)

Allah berfirman — Wahai anak Adam, salatlah empat rakaat untuk-Ku di awal siang; Aku akan mencukupimu sampai akhir hari. (Musnad Ahmad — sanadnya hasan)

Yang Perlu Dilakukan

  1. Tetaplah duduk di masjid setelah Subuh; ketika matahari sudah terbit dan naik sedikit, salatlah dua rakaat.
  2. Minimal dua rakaat — jika mau, empat, enam, atau delapan; pada hari Fathu Makkah Nabi ﷺ salat delapan rakaat.
  3. Peganglah tiga wasiat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu — puasa tiga hari setiap bulan, salat Duha, dan salat Witir sebelum tidur.
  4. Jika salat Witir terlewat pada malam hari, salatlah di siang hari — Nabi ﷺ jika terlewat, beliau salat pada waktu Duha.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi terpisah untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan konsultasi bersama raqi dalam grup ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi terpisah untuk masalah yang berbeda-beda ★ Bagian panduan dan tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulis Session lewat pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: Disusun berdasarkan ceramah Syekh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Pusat Penyembuhan Ruqyah Al-Qur'an

Baca juga