Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

Hati yang Putih, atau Bejana yang Terbalik

Nabi ﷺ menunjukkan bahwa setiap fitnah meninggalkan satu noda pada hati — putih atau hitam. Pada akhirnya hati menjadi dua macam.

ruqyahperawatan hatiwaswastobat
Isi artikel
  1. Bagaimana Noda-noda Itu Terbentuk
  2. Penjelasan Syaikh
  3. Dalil — Hadis tentang noda pada hati
  4. Yang Perlu Dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Nabi ﷺ menunjukkan bahwa setiap fitnah meninggalkan satu noda pada hati — putih atau hitam. Pada akhirnya hati menjadi dua macam.

Bagaimana Noda-noda Itu Terbentuk

Seperti tikar anyaman yang dianyam satu lidi demi satu lidi, fitnah pun datang satu demi satu berdiri di hadapan hati — ujian demi ujian.

Pemandangan tak senonoh muncul di depan mata, lalu Anda menundukkan pandangan — satu noda putih pada hati. Tangan suap terulur, lalu Anda menolaknya — satu noda putih lagi. Saat hendak bergibah, Anda menahan lidah — satu lagi.

Adapun hati yang menyerap fitnah itu — gibah, mencuri, mengumbar pandangan, mabuk, meninggalkan salat — di sana muncul noda hitam satu demi satu.

Sebanyak dosa yang Anda tolak, sebanyak itu pula noda putih; sebanyak yang Anda serap, sebanyak itu pula noda hitam.

Penjelasan Syaikh

Pada akhirnya hati menjadi dua macam — putih seperti batu, atau hitam seperti bejana yang diterbalikkan.

Hati yang putih sekeras batu Shafa yang licin — syahwat dan hawa nafsu datang lalu hancur di permukaannya, tidak mampu meninggalkan noda. Sedangkan bejana yang diterbalikkan tidak terisi jika air dituangkan; begitu pula hati yang terbalik, nasihat tidak masuk, dan diingatkan pun tidak teringat.

Dalil — Hadis tentang noda pada hati

تُعْرَضُ الْفِتَنُ عَلَى الْقُلُوبِ كَالْحَصِيرِ عُودًا عُودًا، فَأَيُّ قَلْبٍ أُنْكِرَهَا نُكِتَتْ فِيهِ نُكْتَةٌ بَيْضَاءُ، وَأَيُّ قَلْبٍ أُشْرِبَهَا نُكِتَتْ فِيهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ

Fitnah-fitnah dihadapkan pada hati satu demi satu seperti lidi tikar anyaman. Hati yang menolaknya akan terbentuk satu noda putih, dan hati yang menyerapnya akan terbentuk satu noda hitam. (Sahih Muslim 144)

Syaikh Bali berkata — ujian dimulai sejak saat bangun tidur. Karena itu, kuatkanlah iman, dan jangan lemah di hadapan keindahan yang dihiasi setan.

Yang Perlu Dilakukan

  1. Kenali ujian pertama Anda di setiap hari — mata, lidah, atau amarah; waspadalah di sana.
  2. Jika Anda berhasil menolak satu dosa, jangan berhenti — ambil keputusan yang sama untuk dosa berikutnya.
  3. Jika terasa nasihat tidak masuk ke telinga, takutlah — inilah tanda pertama terbaliknya hati; segeralah bertobat.
  4. Berdoalah setiap hari — “Ya Allah, jadikanlah aku salah satu dari pemilik hati yang putih dan murni.”

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi tersendiri untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis seharga 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam grup bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi terpisah untuk masalah yang berbeda-beda ★ Bagian panduan dan tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulis Session di pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: Disarikan dari ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga