Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

Cara Mencapai Maqam Syukur

Syaikh Bali berkata, Allah membagi manusia menjadi dua golongan — orang yang bersyukur dan orang yang tidak berterima kasih. Tidak ada golongan ketiga.

ruqyahsyukurrasa terima kasihpenyucian diri
Isi artikel
  1. Kata-kata yang Menggetarkan
  2. Jawaban Syaikh
  3. Dalil — Syukur Menambah Nikmat
  4. Yang Perlu Dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Syaikh Bali berkata, Allah membagi manusia menjadi dua golongan — orang yang bersyukur dan orang yang tidak berterima kasih. Tidak ada golongan ketiga.

Kata-kata yang Menggetarkan

Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata — Allah membuat siapa yang Dia kehendaki menikmati nikmat; tetapi jika syukurnya tidak ditunaikan, Dia mengubah nikmat itu sendiri menjadi azab.

Dia memberi anak — jika tidak disyukuri, anak itu justru menjadi sebab kesusahan. Dia memberi istri, memberi harta — jika tidak ada syukur, semua itu menjadi beban yang menindih.

Karena itu, pada zaman dahulu syukur disebut “hafizh dan jalib” — menjaga apa yang ada, dan menarik apa yang belum ada.

Nabi ﷺ berdiri salat di malam hari sampai kedua kakinya bengkak. Ketika ditanya, beliau menjawab — Tidakkah aku ingin menjadi hamba yang bersyukur?

Jawaban Syaikh

Syukur tampak di tiga tempat — pada lisan, di hati, dan pada anggota badan.

Definisi Ibnul Qayyim rahimahullah: syukur adalah tampaknya bekas nikmat Allah pada hamba, berupa pujian dan pengakuan di lisannya, kesaksian dan cinta di hatinya, serta ketaatan pada anggota badannya.

Tidak mungkin Anda mengakui mata sebagai nikmat, tetapi memandang yang haram. Adapun syukur di pagi hari adalah salat Duha dua rakaat; para ulama menyebutnya zakat anggota badan.

Dalil — Syukur Menambah Nikmat

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌۭ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat." (Surah Ibrahim 14:7 — Indonesian Islamic Affairs Ministry)

Nabi ﷺ bersabda — Allah ridha kepada hamba ketika ia memakan sesuap makanan lalu memuji-Nya, meminum seteguk air lalu memuji-Nya. (Shahih Muslim)

Yang Perlu Dilakukan

  1. Jangan melihat ke atas, lihatlah ke bawah — dengan begitu nikmat tidak akan terasa kecil.
  2. Bacalah setelah setiap salat: “Allahumma a'inni 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatika”.
  3. Ambillah selembar kertas, tulislah nikmat-nikmat Anda — banyak hal yang terlupakan akan teringat.
  4. Jika datang kabar gembira, lakukanlah sujud syukur; dan ridhalah dengan apa yang telah ditakdirkan.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi tersendiri untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam kelompok bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi terpisah untuk masalah yang berbeda-beda ★ Bagian panduan dan tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulislah Session lewat pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: disarikan dari ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga