Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

Niat Bukan di Lisan, tetapi di Hati

Syekh Bali menunjukkan bahwa setan tidak menghalangi amalan — ia ingin amalan itu berpindah dari catatan tersembunyi ke catatan yang terang-terangan.

ruqyahikhlasniatriya
Isi artikel
  1. Pemandangan yang Sudah Biasa
  2. Jawaban Syekh
  3. Dalil — Mereka yang Dinaungi Naungan Arsy
  4. Yang Perlu Dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Syekh Bali menunjukkan bahwa setan tidak menghalangi amalan — ia ingin amalan itu berpindah dari catatan tersembunyi ke catatan yang terang-terangan.

Pemandangan yang Sudah Biasa

Di dinding masjid ada prasasti — “Dibangun atas pembiayaan si Fulan”. Syekh berkata, hal ini justru mengajak kepada kebanggaan.

Pergi umrah lalu memotret setiap momen — di depan Ka'bah, di Arafah, di sepanjang jalan; disertai pesan “Saya sedang di sini”. Syekh berkata, ini pun menarik ke arah ingin dilihat orang.

Salat tahajud di malam hari lalu paginya berkata — “Kemarin saya membaca sepuluh juz”. Memberi sedekah secara diam-diam, lalu menceritakannya sendiri.

Syekh berkata dengan lembut — terjadi atau tidak hal-hal ini, setan memang hanya ingin mengurangi pahalamu.

Jawaban Syekh

Tempat niat adalah hati, bukan lisan. “Nawaitul wudhu”, “Nawaitus salat” — tidak ada yang perlu diucapkan dengan lisan.

Niat berarti tujuan. Jika saat melakukan suatu perbuatan tujuannya adalah keridaan Allah, Anda adalah orang yang berniat. Namun jika tujuannya agar dilihat orang — itu riya, yang haram.

Syekh berkata, meskipun belum sampai pada tingkat riya, jika amalan itu sudah tersebar, ia meninggalkan catatan tersembunyi dan pindah ke catatan yang terang-terangan — padahal pahala catatan tersembunyi jauh lebih besar.

Dalil — Mereka yang Dinaungi Naungan Arsy

وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ

Dan orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang dinafkahkan tangan kanannya. (Sahih Bukhari 660, Sahih Muslim 1031)

Tujuh golongan manusia akan Allah naungi di bawah naungan-Nya pada hari ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya — orang yang berdonasi secara sembunyi-sembunyi adalah salah satu dari mereka.

Yang Perlu Dilakukan

  1. Tinggalkan melafalkan niat dengan lisan — luruskan tujuan di hati sebelum beramal.
  2. Jika berdonasi, berikanlah secara diam-diam; jika muncul keinginan untuk menceritakannya, diamlah.
  3. Jangan menuliskan prasasti atas nama Anda di masjid atau lembaga.
  4. Jangan menyebarkan kabar terbaru tentang haji, umrah, atau ibadah malam — itu urusan antara Anda dan Allah.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi terpisah untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam grup bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara laki-laki dan perempuan ★ Sesi terpisah untuk masalah yang berbeda-beda ★ Bagian panduan dan tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulis Session di pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: Disarikan dari ceramah Syekh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan susunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga