Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

Ruqyah

Memikirkan tobat bukan berarti sudah bertobat

Syaikh Bali ditanya — apakah sekadar memikirkan tobat itu sudah tobat? Dalam jawabannya, beliau mengemukakan satu syarat saja.

Ruqyahtobatpenyesalanpenyucian diri
Isi artikel
  1. Bagaimana pertanyaan ini muncul
  2. Jawaban Syaikh
  3. Dalil — kedudukan penyesalan
  4. Yang perlu dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Syaikh Bali ditanya — apakah sekadar memikirkan tobat itu sudah tobat? Dalam jawabannya, beliau mengemukakan satu syarat saja.

Bagaimana pertanyaan ini muncul

Banyak orang mengalami pergulatan ini — dosa masih terus berjalan, sementara di dalam hati niat bertobat terus-menerus terlintas.

Syaikh memberi contoh tentang merokok. Ada orang yang setiap hari merokok, dan setiap hari berkata, “Aku sudah bertobat.” Syaikh berkata — orang ini bukan orang yang bertobat.

Lalu kapan orang yang sama itu menjadi orang yang bertobat? Syaikh berkata — ketika ia meninggalkan rokok, menyesal, dan terus memohon ampun.

Artinya, pikiran itu adalah awal, tetapi bukan akhir. Apa saja syarat-syaratnya — Syaikh menjelaskannya secara runtut.

Jawaban Syaikh

Selama dosa itu masih berjalan, seseorang bukan orang yang bertobat — tinggalkan dulu, barulah bertobat.

Syarat-syarat yang disebutkan Syaikh: meninggalkan dosa; menyesali perbuatan itu; dan beristigfar setiap kali teringat.

Jika dosa itu menyangkut hak orang lain — seperti merebut harta atau tanah seseorang, atau mencuri — maka selain tobat, mengembalikan hak itu juga menjadi syarat.

Dalil — kedudukan penyesalan

النَّدَمُ تَوْبَةٌ

Penyesalan itulah tobat. (Sunan Ibnu Majah — Syaikh Albani rahimahullah menyatakannya hasan)

Syaikh menjelaskan — orang yang pernah melakukan dosa lalu meninggalkannya dan menyesal, penyesalannya itulah tobat; sebab inilah bukti bahwa ia tidak akan kembali lagi.

Yang perlu dilakukan

  1. Pertama, hentikan perbuatan itu — tobat di lisan tidak berarti sebelum itu.
  2. Menyesallah dari lubuk hati atas apa yang telah Anda lakukan.
  3. Beristigfarlah setiap kali teringat — jangan merasa jemu.
  4. Jika ada hak orang lain yang terlibat, kembalikanlah atau mintalah maaf.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi tersendiri untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan konsultasi grup bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi tersendiri untuk setiap masalah yang berbeda ★ Bagian panduan serta tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulis Session di pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: Disarikan dari ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga