Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

Ruqyah

Suara Langkah Kaki yang Terdengar di Surga

Syaikh Wahid Abdussalam Bali pernah terhenti di hadapan hadis ini. Amalan yang membawa beliau ke sana ternyata sebuah kebiasaan yang sangat kecil.

Ruqyahwudhusalat sunahBilal radhiyallahu 'anhu
Isi artikel
  1. Gambaran Kejadiannya
  2. Jawaban Syaikh
  3. Dalil — Amalan yang Paling Diharapkan
  4. Yang Perlu Dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Syaikh Wahid Abdussalam Bali pernah terhenti di hadapan hadis ini. Amalan yang membawa beliau ke sana ternyata sebuah kebiasaan yang sangat kecil.

Gambaran Kejadiannya

Nabi ﷺ melihat surga dalam mimpi — dan mimpi para nabi adalah wahyu. Di sana beliau melihat seorang sahabat beliau, yang saat itu masih berjalan di tengah keramaian manusia di dunia.

Pada waktu Subuh keesokan paginya, beliau memanggil Bilal bin Rabah radhiyallahu 'anhu dan bertanya — Katakanlah kepadaku, amalan apa dalam Islam yang telah engkau kerjakan dan paling engkau harapkan pahalanya?

Syaikh berhenti sejenak lalu bertanya — Dalam jawabannya, Bilal radhiyallahu 'anhu tidak menyebut puasa Ramadan, tidak menyebut zakat, tidak pula menyebut jihad bersama Nabi ﷺ, bahkan tidak menyebut azannya sendiri.

Beliau justru menyebut sebuah kebiasaan yang dilakukan setiap hari, kecil, dan hampir tidak ada yang memperhatikannya.

Jawaban Syaikh

Bilal radhiyallahu 'anhu berkata — Setiap kali aku berwudhu, dengan wudhu itu aku salat sebanyak yang Allah tuliskan untukku.

Syaikh berkata, para ulama menjelaskan hal ini — puasa, zakat, dan jihad adalah kewajiban yang telah ditentukan, dan pahalanya sudah diketahui. Tetapi wudhu dan dua rakaat itu tersembunyi, bukan kewajiban, dilakukan atas keinginan sendiri — karena itu pahalanya sangat besar.

Dalam riwayat lain Bilal radhiyallahu 'anhu berkata — Setiap kali wudhuku batal, aku selalu berwudhu lagi, dan setelah wudhu aku selalu salat dua rakaat. (Musnad Ahmad dan Sunan Tirmidzi)

Dalil — Amalan yang Paling Diharapkan

مَا عَمِلْتُ عَمَلًا أَرْجَى عِنْدِي مِنْ أَنِّي لَمْ أَتَطَهَّرْ طَهُورًا فِي سَاعَةٍ مِنْ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ إِلَّا صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُورِ مَا كُتِبَ لِي أَنْ أُصَلِّيَ

Bagiku tidak ada amalan yang lebih aku harapkan daripada ini: setiap kali aku berwudhu, pada waktu malam atau siang, dengan wudhu itu aku salat sebanyak yang telah ditetapkan untukku. (Sahih Bukhari dan Sahih Muslim)

Nabi ﷺ bersabda — Amalan terbaik kalian adalah salat, dan tidak ada yang mampu istikamah menjaga wudhu kecuali orang mukmin. (Sunan Ibnu Majah, dengan sanad hasan; diriwayatkan juga dalam Musnad Ahmad)

Yang Perlu Dilakukan

  1. Setiap kali wudhu batal, berwudhulah kembali — meskipun salat belum di depan mata.
  2. Jika terasa berat, katakan pada diri sendiri, “Wudhu saja dulu” — membasuh setiap anggota satu kali sudah memenuhi kewajiban.
  3. Setelah itu katakan pada diri sendiri, “Salat dua rakaat yang ringan saja” — dalam rukuk dan sujud, satu kali tasbih sudah cukup.
  4. Berwudhulah sebelum tidur, lalu berbaringlah; bagi yang sakit atau berhalangan, tidak ada paksaan.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi tersendiri untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis seharga 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam kelompok bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi tersendiri untuk setiap masalah yang berbeda ★ Bagian panduan dan tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulis Session lewat pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: Disarikan dari ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan susunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga