Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

Tobat Bukan Hanya untuk Para Pendosa

Syaikh Wahid Abdussalam Bali menunjuk pada sebuah ayat — di sana Allah memanggil dengan “Wahai orang-orang yang beriman”, bukan dengan “wahai para pendosa”.

ruqyahtobatistigfarpenyucian diri
Isi artikel
  1. Pertanyaan yang Sering Muncul
  2. Jawaban Syaikh
  3. Dalil — seruan itu ditujukan kepada orang-orang yang beriman
  4. Yang Perlu Dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Syaikh Wahid Abdussalam Bali menunjuk pada sebuah ayat — di sana Allah memanggil dengan “Wahai orang-orang yang beriman”, bukan dengan “wahai para pendosa”.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Orang mengira tobat itu hanya untuk para pelaku dosa. Orang yang salat, berpuasa, dan tidak terlibat dalam hal-hal buruk — untuk apa lagi dia bertobat?

Syaikh Bali berkata, anggapan inilah yang keliru. Pendosa maupun orang saleh, yang taat maupun yang durhaka — semuanya butuh tobat.

Sebagai bukti, beliau mengutip ayat yang di dalamnya Allah memanggil seluruh kaum mukminin. Allah tidak berfirman “wahai para fasik”, tidak pula “wahai para pendosa”.

Lalu, tobat dari apa yang harus dilakukan orang yang taat? Jawaban Syaikh di sinilah yang mengguncang isi hati.

Jawaban Syaikh

Tobat berarti — mengakui kesalahan, meninggalkannya, dan bertekad untuk tidak kembali lagi. Inilah yang disebut dalam ayat sebagai jalan menuju keberuntungan.

Syaikh berkata, tobat bukan hanya dari dosa, tetapi juga dari kekurangan diri sendiri. Nikmat begitu tak terhitung, sedangkan syukur begitu sedikit; dari sikap kurang bersyukur ini pun kita harus kembali.

Nabi ﷺ beristigfar setelah selesai salat. Para ulama berkata — perasaan bahwa dalam ibadah pun masih ada kekurangan itulah yang membawa beliau untuk memohon ampun.

Dalil — seruan itu ditujukan kepada orang-orang yang beriman

وَتُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai hasrat (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung. (Surah An-Noor 24:31 — Indonesian Islamic Affairs Ministry; terjemahan ayat secara lengkap)

وَمَن يَعْمَلْ سُوٓءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُۥ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ ٱللَّهَ يَجِدِ ٱللَّهَ غَفُورًۭا رَّحِيمًۭا

Dan barang siapa berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Surah An-Nisaa 4:110 — Indonesian Islamic Affairs Ministry)

Yang Perlu Dilakukan

  1. Sesekali berhentilah sejenak untuk melihat keadaan diri — apakah aku masih di jalan yang benar, atau sudah menyimpang?
  2. Akuilah kesalahan, tinggalkanlah, dan putuskan untuk tidak kembali lagi.
  3. Bukan hanya dosa — mohonlah ampun juga atas kekurangan dalam mensyukuri nikmat.
  4. Biasakan beristigfar setelah salat; semoga kekurangan dalam ibadah pun tertutupi.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi tersendiri untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis seharga 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam grup bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi tersendiri untuk setiap masalah yang berbeda ★ Segmen panduan dan tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulis Session lewat pesan — insya Allah saya akan mengirimkan tautan formulirnya.


Sumber: Disarikan dari ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga