Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

'Ainul Qabul — 'Ain (Pandangan Mata Jahat) pada Penerimaan

Orang-orang baru menyukai Anda dan mendekat — lalu tanpa sebab yang masuk akal menjauh? Berulang kali, di berbagai bidang kehidupan? Hal ini punya nama — 'Ainul Qabul: 'ain yang menimpa tepat pada sisi penerimaan dan kasih sayang orang terhadap Anda.

ruqyah'ain'Ainul Qabulruqyah mandiri
'Ainul Qabul — 'Ain (Pandangan Mata Jahat) pada Penerimaan
Isi artikel
  1. Kisahnya biasanya seperti ini
  2. Cocokkan dengan polanya
  3. Penangkal 1 – 4 (siapkan kertas dan pena)
  4. Penangkal 5 – 7
  5. Ingatlah kata penutup ini

Orang-orang baru menyukai Anda dan mendekat — lalu tanpa sebab yang masuk akal menjauh? Berulang kali, di berbagai bidang kehidupan? Hal ini punya nama — 'Ainul Qabul: 'ain yang menimpa tepat pada sisi penerimaan dan kasih sayang orang terhadap Anda.

Kisahnya biasanya seperti ini

Semasa kecil atau remaja Anda adalah kesayangan semua orang — teman tak terhitung, pintu terbuka dengan sendirinya, kehadiran Anda saja sudah menarik perhatian.

Dan hal yang menarik perhatian itulah yang justru menjadi petaka — selama bertahun-tahun, ketika pandangan terus menumpuk pada sisi ini, penerimaan itu terus terkikis, wallahu a'lam.

Tanda yang paling penting — penerimaan tidak hilang sepenuhnya; sebagian masih tersisa: awalnya masih terjadi, tetapi tidak bertahan.

Cocokkan dengan polanya

  • Orang-orang mula-mula terpesona — lalu menjauh; komunikasi berkurang, hubungan melemah
  • Proyek dimulai dengan semangat — lalu macet, dan semangatnya mendingin
  • Kesempatan bepergian atau pekerjaan datang — lenyap di detik terakhir
  • Ide-ide di awal luar biasa — ambruk saat dijalankan
  • Kisah yang sama — dalam hubungan, pekerjaan, pernikahan, bisnis, perjalanan

Masalahnya bukan pada awalnya — melainkan pada kesinambungannya. Awalnya ada; yang tersendat adalah berkah, daya tahan, dan penerimaan yang berkelanjutan.

Penangkal 1 – 4 (siapkan kertas dan pena)

  1. Salat tepat waktu — penerimaan yang sejati ada di tangan Allah.
  2. Istigfar setiap hari — betapa banyak pintu tertutup yang terbuka dengan istigfar! Jangan berhenti — kesinambungan adalah dasarnya.
  3. Perbanyak selawat — bentuk terbaiknya: selawat Ibrahimiyah.
  4. Qiyamul lail setiap hari — walau hanya 2 rakaat; insya Allah ini obat mujarab untuk membuka pintu yang tertutup dan menangkal 'ain.

Penangkal 5 – 7

  1. Salat Subuh — lalu duduk bertasbih selama 15-30 menit; Syekh berkata, dengan ini cahaya, berkah, dan penerimaan bertambah insya Allah.
  2. Surah Al-Qalam — setiap hari 3 kali
  3. Surah Al-Qadr pada air — bacakan dengan suara keras selama 10-15 menit setiap hari; mandilah dengan air itu atau basuhlah wajah — disertai doa: "Ya Allah, kembalikanlah penerimaan dan berkahku"; Syekh berkata — telah teruji insya Allah.

Sertai dengan rutin mendengarkan audio ruqyah untuk 'ain.

Ingatlah kata penutup ini

Penerimaan ada di tangan Allah.

Bagi siapa pun yang hatinya manusia dibukakan oleh-Nya — tak seorang pun dapat menutupnya. 'Ain dan hasad hanyalah sarana; Pemilik sebenarnya adalah Dia.

Maka lihatlah kembali daftar penangkal itu — setiap butirnya sesungguhnya adalah kembali kepada Allah. Itulah obat sejati 'Ainul Qabul insya Allah.


Sumber: Syekh Fawaz Al-Aswad (Madinatul 'Ilm)

Terjemahan dan kompilasi: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga