Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

Apakah Maulid Termasuk Jalan yang Diajarkan Nabi?

Syekh Bali memberikan satu tolok ukur saja — hukum asal dalam ibadah adalah berhenti (tawaqquf), sampai datang dalil. Jika kaidah ini dipegang, tidak ada lagi keraguan.

ruqyahsunahcinta Nabiibadah
Isi artikel
  1. Bagaimana Pertanyaan Ini Muncul
  2. Jawaban Syekh
  3. Dalil — cara beliau sendiri mengenang hari itu
  4. Yang Perlu Dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Syekh Bali memberikan satu tolok ukur saja — hukum asal dalam ibadah adalah berhenti (tawaqquf), sampai datang dalil. Jika kaidah ini dipegang, tidak ada lagi keraguan.

Bagaimana Pertanyaan Ini Muncul

Ketika harinya tiba, persiapan pun dimulai — pembahasan sirah, penyediaan makanan, berkumpul di masjid.

Semuanya kan perbuatan baik; maka orang berpikir, apa yang perlu dipersoalkan.

Ada yang berkata ini bidah, ada yang berkata para ulama berbeda pendapat tentangnya. Orang awam tidak menemukan arah.

Kepada Syekh Bali, pertanyaan itu datang seperti ini — Apakah ini termasuk bidah yang haram?

Jawaban Syekh

Hukum asal dalam ibadah adalah berhenti, sampai datang dalil; sedangkan hukum asal dalam muamalah adalah boleh.

Terapkan tolok ukur ini pada Maulid: apakah Nabi ﷺ melakukan hal seperti ini? Tidak. Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali radhiyallahu 'anhum? Tidak. Pada masa Umayyah pun tidak ada — kemudian orang-orang Fatimiyah memulainya di Mesir. Meskipun Shalahuddin Al-Ayyubi rahimahullah mengakhiri kekuasaan mereka, sebagian kebiasaan tetap tersisa.

Para sahabat lebih mencintai Nabi ﷺ daripada kita — ketika mereka sendiri tidak melakukannya, berarti ini bukan bagian dari cinta kepada beliau. Beliau bersabda bahwa tidak ada satu pintu kebaikan pun yang tidak beliau tunjukkan kepada umatnya.

Dalil — cara beliau sendiri mengenang hari itu

سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ فَقَالَ: ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ، وَيَوْمٌ بُعِثْتُ فِيهِ

Ketika Nabi ﷺ ditanya tentang puasa hari Senin, beliau bersabda — pada hari ini aku dilahirkan, dan pada hari ini pula aku diutus menjadi nabi. (Sahih Muslim)

Beliau mengenang hari kelahirannya sendiri dengan berpuasa setiap pekan — bukan dengan acara satu hari dalam setahun. Amalan diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis, karena itu puasa pada kedua hari ini hukumnya sunah.

Yang Perlu Dilakukan

  1. Ungkapkan cinta kepada Nabi dengan mengikuti sunah — dengan berpuasa pada hari Senin.
  2. Bacalah dan perdengarkan sirah sepanjang tahun, tanpa membatasinya pada satu hari.
  3. Sebelum melakukan ibadah apa pun, periksalah — apakah Nabi ﷺ atau Khulafaur Rasyidin melakukannya atau tidak.
  4. Bicaralah dengan bahasa yang lembut kepada orang-orang yang melakukannya, bukan dengan bertengkar.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi tersendiri untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam grup bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi tersendiri untuk setiap masalah yang berbeda ★ Bagian panduan serta tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulislah Session di pesan — saya akan mengirimkan tautan formulirnya, insya Allah.


Sumber: Disarikan dari pembahasan Syekh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga