Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

‘Apakah Allah yang memerintahkan ini?’

Jawabannya hanya satu kata — ‘Ya’. Maka Hajar (a.s.) berkata, kalau begitu Allah tidak akan membiarkan kita binasa.

ruqyahtawakaldoabersandar
Isi artikel
  1. Gambaran Peristiwanya
  2. Penjelasan Syaikh
  3. Dalil — Orang yang bersandar kepada Allah
  4. Yang Perlu Dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Jawabannya hanya satu kata — ‘Ya’. Maka Hajar (a.s.) berkata, kalau begitu Allah tidak akan membiarkan kita binasa.

Gambaran Peristiwanya

Setelah Ismail lahir, atas perintah Allah Ibrahim (a.s.) membawa Hajar dan bayi itu ke padang pasir Makkah — tempat yang tidak ada seorang pun manusia, tidak ada pula teman.

Bekal mereka hanya sedikit kurma dan satu kantong kulit berisi air. Setelah meninggalkan keduanya di bawah naungan sebuah pohon besar, beliau berbalik menempuh jalan pulang, tanpa menoleh ke belakang.

Hajar (a.s.) memanggil — Engkau meninggalkan kami di sini lalu pergi? Tidak ada jawaban. Kemudian beliau bertanya — Apakah Allah yang memerintahkan hal ini kepadamu?

Ibrahim (a.s.) menjawab — Ya. Hajar berkata, kalau begitu Dia tidak akan membiarkan kita binasa.

Penjelasan Syaikh

Syaikh Bali berkata — Beginilah seharusnya iman: bersandar bukan karena melihat keadaan, tetapi karena melihat Allah.

Setelah berjalan agak jauh, hingga ke tempat yang tidak lagi terlihat oleh mereka, Ibrahim ('alaihissalam) mengangkat tangan dan berdoa — Ya Rabb kami, aku telah menempatkan salah seorang dari keturunanku di lembah yang tandus, di dekat rumah-Mu yang dihormati. (Surah Ibrahim, ayat 37)

Air habis. Sang ibu berlari ke Safa dan Marwah, tetapi tidak menemukan siapa pun. Lalu, tepat di dekat bayi itu, Zamzam memancar keluar menembus tanah — dan sebuah lembah yang sepi tanpa penghuni pun menjadi kota tempat manusia tinggal.

Dalil — Orang yang bersandar kepada Allah

وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ

Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu. (Surah At-Talaaq 65:3 — Indonesian Islamic Affairs Ministry; terjemahan ayat secara lengkap)

Kisah ini diriwayatkan secara rinci dalam Sahih Bukhari. Syaikh Bali berkata — satu kalimat Hajar (a.s.) itu saja adalah pelajaran tawakal yang utuh: di mana ada perintah Allah, di sana tidak ada kebinasaan.

Yang Perlu Dilakukan

  1. Lihatlah dahulu apakah perbuatan itu perintah Allah atau bukan — jika ya, kecemasan tentang hasilnya akan berkurang.
  2. Tawakal bukan berarti duduk berpangku tangan — beliau berlari, lalu air pun datang.
  3. Di masa sulit, tekunlah berdoa — untuk anak, untuk rumah tangga, untuk rezeki.
  4. Jika merasa sendirian, ingatlah — siapa yang dijaga Allah, tidak ada seorang pun yang dapat membuatnya hilang.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi tersendiri untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi secara berkelompok dengan raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara laki-laki dan perempuan ★ Sesi terpisah untuk masalah yang berbeda-beda ★ Bagian panduan serta tanya jawab pada setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulislah Session di pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: Disusun berdasarkan ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga