Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

Ruqyah

Sendirian di istana, hanya doa yang menemani

Syaikh Bali berkata, Sarah ('alaihissalam) berdiri salat lalu berdoa — dan berulang kali lelaki itu mengulurkan tangan kepadanya, lalu terhenti.

Ruqyahdoatauhidsalat
Isi artikel
  1. Begitulah keadaannya
  2. Penjelasan Syaikh
  3. Dalil — ketika orang yang tertimpa musibah berseru
  4. Yang perlu dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Syaikh Bali berkata, Sarah ('alaihissalam) berdiri salat lalu berdoa — dan berulang kali lelaki itu mengulurkan tangan kepadanya, lalu terhenti.

Begitulah keadaannya

Pada masa paceklik, Ibrahim ('alaihissalam) pergi ke Mesir bersama istrinya, Sarah — mencari rezeki, sekaligus mengajak manusia kepada Allah.

Penguasa negeri itu seorang yang zalim. Setiap kali terdengar kabar tentang perempuan cantik, ia akan diambil paksa; jika sudah bersuami, suaminya dibunuh.

Kabar itu sampai kepada sang penguasa. Ibrahim ('alaihissalam) berpesan kepada Sarah — di negeri ini tidak ada orang beriman selain engkau dan aku; maka engkau adalah saudariku seagama.

Kemudian para pengawal datang dan membawanya ke istana. Pintu pun ditutup. Ia memahami apa yang akan terjadi.

Penjelasan Syaikh

Ia pun berdiri salat — ‘Ya Allah, jangan Engkau beri orang kafir ini kuasa atasku.’

Syaikh Bali menceritakan — begitu lelaki itu mengulurkan tangan, ia langsung terbanting dan menghentak-hentakkan kakinya. Ia berkata, panggillah Tuhanmu, aku tidak akan mencelakaimu. Sarah berdoa, dan lelaki itu pun terlepas. Hal itu terjadi berulang kali.

Akhirnya ia ketakutan dan menyadari bahwa perempuan ini adalah wali Allah. Ia mengembalikan Sarah dengan penuh hormat, dan menyertakan Hajar bersamanya. Ibrahim ('alaihissalam) saat itu masih berdiri salat dan berdoa. Kisah ini diriwayatkan dalam Sahih Bukhari.

Dalil — ketika orang yang tertimpa musibah berseru

أَمَّن يُجِيبُ ٱلْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ ٱلسُّوٓءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَآءَ ٱلْأَرْضِ ۗ أَءِلَٰهٌۭ مَّعَ ٱللَّهِ ۚ قَلِيلًۭا مَّا تَذَكَّرُونَ

Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat. (Surah An-Naml 27:62 — Indonesian Islamic Affairs Ministry)

Syaikh Bali berkata, Sarah ('alaihissalam) tidak berlindung pada jimat dan tidak berlari ke pintu siapa pun — salat dan doa, hanya dua itulah senjatanya.

Yang perlu dilakukan

  1. Pada saat tertimpa musibah, berdirilah salat lebih dahulu — inilah tempat berlindung yang paling kokoh.
  2. Bertawasullah dalam doa dengan amalan Anda sendiri — iman, kesucian diri, dan sikap amanah.
  3. Kekuasaan orang zalim mana pun tidak pernah di luar ketetapan Allah — jangan beri ruang bagi rasa takut.
  4. Setelah musibah berlalu, tunaikanlah syukur; pertolongan itu datang dari-Nya.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi tersendiri untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan konsultasi berkelompok dengan raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi tersendiri untuk masalah yang berbeda-beda ★ Bagian panduan serta tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulis Session lewat pesan — saya akan mengirimkan tautan formulirnya, insya Allah.


Sumber: Disarikan dari ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan susunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga