Tersedia juga dalam: বাংলা · English · Bahasa Melayu · Türkçe · Русский · Oʻzbekcha · العربية · اردو

Panduan ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca panduan asli dalam bahasa Bengali →
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
✦ ✦ ✦
Artikel

7 Sebab Tersembunyi yang Menghalangi Munculnya Hasil Ruqyah

Kesalahan-kesalahan di balik tidak didapatkannya hasil yang diharapkan meskipun sudah rutin melakukan ruqyah

✦ ✦ ✦
Raqi Faisal Ahmed Sabit
Al Quranic Ruqyah Healing Center
Perkiraan waktu baca: 5 menit
Setiap hari Anda mendengarkan ruqyah, membaca tilawah Al-Qur'an, dan melakukan zikir dengan baik. Bulan demi bulan telah berlalu, tetapi hasil yang diharapkan belum juga Anda dapatkan, atau hasilnya datang sangat lambat? Ada 7 sebab tersembunyi yang menghalangi atau menunda munculnya hasil ruqyah.

1. Tidak memberi waktu yang cukup pada rutinitas ruqyah

Banyak orang merasa ruqyah tidak berhasil setelah baru melakukannya dua-tiga hari atau seminggu. Setelah itu mereka bergegas beralih ke rutinitas lain, ke raqi lain, atau ke diagnosis yang berbeda. Seringnya berganti rutinitas dan kurangnya kesabaran adalah penghalang terbesar untuk memperoleh kesembuhan. Pengobatan apa pun membutuhkan waktu dan kesinambungan.

2. Lebih memperhatikan gejala daripada pengobatan

Banyak orang begitu bangun tidur langsung berpikir: apakah sakit kepala masih ada, apakah tekanan di dada itu masih ada, apakah aku masih bermimpi seperti dulu. Jika terus-menerus memeriksa gejala diri sendiri seperti ini, kelelahan mental bertambah, dan kalaupun ada perbaikan yang sebenarnya, hal itu tidak terlihat.

3. Mengabaikan kesehatan jasmani

Banyak orang tidur hanya 3-4 jam pada malam hari, sangat sedikit minum air, makan makanan yang tidak sehat, dan tidak melakukan aktivitas fisik apa pun. Setelah itu mereka berharap energi atau kesehatan akan datang ke tubuh melalui ruqyah. Tubuh juga memiliki hak. Di samping ruqyah, memperbaiki kualitas gaya hidup sehari-hari penting bagi setiap pasien.

4. Menjadikan ruqyah amalan “musiman”, bukan sistem hidup

Banyak orang melakukan ruqyah dengan sangat ketat selama seminggu, lalu meninggalkannya selama dua minggu. Kemudian melakukannya tiga hari, lalu berhenti sebulan. Ini cara yang keliru. Kesinambungan adalah kunci utama keberhasilan. Tidak perlu membaca berjam-jam setiap hari; sebaliknya, meskipun amalannya sedikit, hendaknya dilakukan secara rutin. Amalan yang sedikit tetapi rutin lebih baik daripada amalan yang banyak tetapi tidak rutin.

5. Memanjakan rasa takut yang tidak beralasan atau menambah rasa takut

Banyak orang lebih cemas memikirkan masalahnya atau ketakutan terhadap jin dan sihir daripada memikirkan pengobatannya. Setiap hari mereka menonton banyak video menakutkan di media sosial, membaca ratusan komentar, dan mencari berbagai kisah yang mengerikan. Akibatnya timbul rasa takut di dalam hati, yang menyedot kekuatan mental pasien. Pada saat seperti ini, harus bertawakal sepenuhnya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

6. Menunggu gejala tertentu di dalam hati sejak awal

Sebagian orang mengira bahwa jika tidak bermimpi tertentu atau tidak merasakan gerakan khusus di bagian tubuh mana pun, berarti kesembuhannya belum datang. Ini anggapan yang sepenuhnya keliru. Tanda kesembuhan setiap orang berbeda-beda. Ada yang tidurnya membaik, ada yang merasakan ketenangan jiwa, dan ada pula yang rasa sakit fisik lamanya hilang. Karena itu, tidak seharusnya bergantung pada satu gejala tertentu saja sebagai tanda kesembuhan.

7. Lupa bersyukur kepada Allah Yang Mahaagung atas perbaikan-perbaikan kecil

Ini adalah kesalahan yang paling berbahaya. Mungkin dahulu pasien sama sekali tidak bisa tidur, sekarang sudah sedikit bisa tidur, tetapi ia tidak memperhatikannya. Dulu setiap hari bermimpi buruk, sekarang seminggu sekali, tetapi ia tidak menghiraukannya. Manusia sering berfokus pada masalah yang masih tersisa, tetapi melupakan perbaikan yang telah terjadi. Karena itu, meskipun perbaikannya kecil, harus bersyukur kepada Allah atasnya.

Kesalahan yang perlu dihindari

Ruqyah adalah amalan yang membutuhkan kesinambungan dan kesabaran. Jika belum mendapat hasil dalam beberapa hari, jangan berhenti. Perbaikan kecil tetaplah perbaikan, dan bersyukur kepada Allah atas setiap perbaikan itu sangat penting.
Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry (melalui quran.com).
Ruqyah adalah metode pengobatan yang sesuai syariat, bukan pengganti pengobatan medis yang diperlukan.