Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Semua artikel

waswas

Waswas — Tanda, Penyebab, dan Jalan Keluarnya

Apa itu waswas, apa saja tanda penyakit waswas, mengapa ia datang, dan bagaimana cara terbebas darinya — panduan berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah yang sahih.

waswaskeraguansetandoa
Isi artikel
  1. Datangnya waswas itu sendiri adalah tanda iman
  2. Tanda-tanda Waswas
  3. Jalan Keluar
  4. 1. Jangan berdebat, abaikan saja
  5. 2. Bacalah ta'awudz lalu alihkan perhatian
  6. 3. Jangan hiraukan keraguan
  7. 4. Amalan rutin

Waswas berarti bisikan setan — pikiran tak diinginkan, keraguan, dan lintasan pikiran kufur yang berulang kali kembali ke dalam hati. Orang yang mengalaminya sering mengira imannya telah rusak. Kenyataannya justru sebaliknya.

Datangnya waswas itu sendiri adalah tanda iman

Para sahabat mengadu kepada Rasulullah ﷺ bahwa di benak mereka muncul perkataan yang mereka takut untuk mengucapkannya. Nabi ﷺ bersabda — "Itulah keimanan yang jelas." (Shahih Muslim)

Artinya, pikiran-pikiran itu terasa mengerikan justru membuktikan bahwa iman ada di dalam hati. Orang yang tidak beriman, setan tidak perlu repot-repot mendatangkan semua itu kepadanya.

Tanda-tanda Waswas

  • Terus-menerus ragu apakah wudhu atau salatnya sudah sah, lalu mengulang dari awal berkali-kali
  • Muncul pikiran mengerikan di hati tentang Allah, Nabi, atau agama, lalu menjadi panik karenanya
  • Keraguan tanpa alasan tentang talak, kekufuran, atau sumpah
  • Keraguan berlebihan tentang kesucian — berulang kali mencuci, berulang kali mengganti pakaian
  • Tidak mampu menyingkirkan pikiran yang sama dari kepala, sehingga sebagian besar waktu seharian habis karenanya

Tanda-tanda waswas banyak yang mirip dengan OCD (gangguan obsesif kompulsif). Jika sudah berlangsung lama dan berat, mintalah saran dari ahli kesehatan mental — ini bukan bukti lemahnya iman, dan berobat tidak bertentangan dengan ruqyah.

Jalan Keluar

1. Jangan berdebat, abaikan saja

Inilah pengobatan utamanya. Jika waswas dilawan dengan adu argumen, ia justru bertambah kuat. Nabi ﷺ telah memerintahkan — berhentilah dan mintalah perlindungan kepada Allah.

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ نَزْغٌ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (Surah Al-A'raaf 7:200 — Indonesian Islamic Affairs Ministry)

2. Bacalah ta'awudz lalu alihkan perhatian

Saat pikiran itu datang, bacalah "A'udzu billahi minasy-syaithanir-rajim", lalu segera alihkan perhatian ke pekerjaan lain. Jangan duduk memikirkannya berulang-ulang.

3. Jangan hiraukan keraguan

Salah satu kaidah fikih yang mapan — sesuatu yang yakin tidak gugur karena keraguan. Jika Anda yakin telah berwudhu, lalu kemudian muncul keraguan, maka dianggap wudhu belum batal. Jika kaidah ini dipegang, separuh kekuatan waswas akan hilang dengan sendirinya.

4. Amalan rutin

  • Zikir pagi dan petang serta Ayat Kursi
  • Surah An-Nas — seluruh surah ini adalah untuk memohon perlindungan dari waswas
  • Membaca atau memperdengarkan Surah Al-Baqarah secara rutin di rumah
  • Kurangi waktu luang — pikiran yang kosong adalah ladang terbesar bagi waswas

Bersabarlah. Waswas tidak hilang dalam sehari, tetapi jika kebiasaan mengabaikannya terbentuk, kekuatannya akan berkurang sedikit demi sedikit, insya Allah.

Baca juga