Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

Jika Suami Berbuat Zalim, Sejauh Mana Ketaatan kepadanya?

Penanya ingin mengetahui — apa batas paling minimal dalam menaati suami, agar saya tidak terjerumus ke dalam perbuatan yang membuat Allah murka.

ruqyahrumah tanggakeluargadoa
Isi artikel
  1. Begini Pertanyaan Itu Datang
  2. Jawaban Syaikh
  3. Dalil — Pintu yang Tidak Pernah Tertutup
  4. Yang Perlu Dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Penanya ingin mengetahui — apa batas paling minimal dalam menaati suami, agar saya tidak terjerumus ke dalam perbuatan yang membuat Allah murka.

Begini Pertanyaan Itu Datang

Pertanyaan seorang saudari yang lelah — “Suami saya berbuat zalim kepada saya. Sejauh mana saya harus menaatinya, agar saya tidak terjerumus ke dalam perbuatan yang membuat Allah murka?”

Kepedihan di dalam rumah ini adalah yang paling jarang diceritakan. Dari luar semuanya tampak baik-baik saja, tetapi di dalam, hati hancur sedikit demi sedikit setiap hari.

Ada yang berkata — terima saja semuanya, itulah agama. Ada yang berkata — tinggalkan semuanya dan pergilah. Di tengah-tengah itu, sang istri terombang-ambing.

Syaikh Bali memulai jawabannya bukan dengan kewajiban istri — melainkan dengan kewajiban suami.

Jawaban Syaikh

Bagi setiap suami, wajib — bergaul dengan istrinya secara baik dan penuh kasih sayang. Tidak seorang pun memberinya hak untuk berbuat zalim.

Nasihat Syaikh untuk istri — berusahalah menaati suami semampu Anda, dan berdoalah kepada Allah agar Dia mengembalikannya dari kezaliman. Sebab hati suami berada di tangan Allah.

Syaikh juga berkata — apa yang dilakukan istri untuk menyenangkan suaminya adalah ibadah; baik suaminya berterima kasih maupun tidak. Karena itu, pertahankanlah perilaku baik bukan demi manusia, tetapi demi Allah — balasannya ada di sisi-Nya.

Dalil — Pintu yang Tidak Pernah Tertutup

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran. (Surah Al-Baqara 2:186 — Indonesian Islamic Affairs Ministry; terjemahan ayat secara lengkap)

Doa yang diajarkan Syaikh — “Ya Rabb, hati suamiku ada di tangan-Mu; jadikanlah ia berperilaku dengan cara yang membuat-Mu ridha.”

Yang Perlu Dilakukan

  1. Taatilah dalam batas kemampuan — bukan dalam perbuatan durhaka kepada Allah.
  2. Setiap hari berdoalah untuk hidayah suami; jangan pernah mendoakan keburukan.
  3. Pertahankan perilaku baik karena Allah — balasannya tersimpan di sisi-Nya.
  4. Jika kezaliman telah melampaui batas, jangan diam — mintalah bantuan orang tua yang tepercaya atau seorang alim.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi tersendiri untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis seharga 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam grup bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi terpisah untuk masalah yang berbeda-beda ★ Bagian panduan dan tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulis Session lewat pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: Disarikan dari ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga