Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

Orang yang Mulutnya Akan Dikekang dengan Api

Syaikh Wahid Abdussalam Bali menggambarkan tiga pemandangan — dan ketiganya berakar pada satu hal yang sama: mengkhianati amanah.

ruqyahtobatamanahakhirat
Isi artikel
  1. Tiga Pemandangan di Padang Kiamat
  2. Jawaban Syaikh
  3. Dalil — Pintu Putus Asa Tertutup
  4. Yang Perlu Dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Syaikh Wahid Abdussalam Bali menggambarkan tiga pemandangan — dan ketiganya berakar pada satu hal yang sama: mengkhianati amanah.

Tiga Pemandangan di Padang Kiamat

Kerumunan sangat mengerikan, panasnya lebih mengerikan lagi, orang-orang tenggelam dalam keringat. Mulut seorang laki-laki dikekang dengan api — ia menjerit. Dialah orang yang mengetahui ilmu tetapi menyembunyikannya dari manusia.

Di leher seorang lainnya tergantung sepotong tanah yang sangat besar dan berat — dipotong dari tujuh lapisan bumi. Ia dahulu mengambil sejengkal tanah orang lain dengan paksa.

Di belakang orang ketiga ditancapkan sebuah bendera yang bertuliskan — Inilah pengkhianatan si fulan. Ia berjanji lalu mengingkarinya, dan mengkhianati amanah yang dipercayakan kepadanya.

Syaikh berkata — meskipun di dunia tidak ada yang mampu menangkapnya, pada hari itu Allah akan membukanya di hadapan semua orang.

Jawaban Syaikh

Hukum-hukum syariat itulah amanah yang diletakkan di pundak kita — karena itu setiap dosa pada hakikatnya adalah satu bentuk pengkhianatan.

Orang yang memandang yang haram, yang meninggalkan salat Subuh, yang berdusta, yang bergunjing — menurut ucapan Syaikh, semuanya telah mengkhianati amanah. Namun pembicaraan tidak berhenti di sini; beliau langsung pula menunjukkan pintu tobat.

Dalil — Pintu Putus Asa Tertutup

قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Katakanlah, "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Surah Az-Zumar 39:53 — Indonesian Islamic Affairs Ministry)

Syaikh berkata — setelah berbuat dosa, bersedekah juga disunnahkan; Nabi ﷺ bersabda bahwa sedekah memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api. (Jami' at-Tirmidzi)

Yang Perlu Dilakukan

  1. Bertobatlah kepada Allah dari dosa itu — tanpa menunda, hari ini juga.
  2. Berjanjilah kepada Allah — tidak akan kembali lagi kepada dosa itu.
  3. Tinggalkan dosa itu dan putuslah juga sarana-sarana yang menuju kepadanya.
  4. Bersedekahlah sedikit sesuai kemampuan; jika ada hak orang lain, kembalikanlah.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi terpisah untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam grup bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi tersendiri untuk setiap masalah yang berbeda ★ Bagian panduan dan tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulis Session di pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: Disarikan dari pembahasan Syaikh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga