Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

Lima Wasiat di Ranjang Kematian

Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu pernah menyampaikan lima hal kepada putranya, Abdurrahman. Syaikh Bali berkata — kelima hal ini saja sudah cukup untuk seumur hidup.

ruqyahsalatkhusyukwasiat
Isi artikel
  1. Lima Wasiat
  2. Penjelasan Syaikh
  3. Dalil — meminta itu hanya kepada satu pihak saja
  4. Yang Perlu Dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu pernah menyampaikan lima hal kepada putranya, Abdurrahman. Syaikh Bali berkata — kelima hal ini saja sudah cukup untuk seumur hidup.

Lima Wasiat

Asy-Sya'bi rahimahullah meriwayatkan dari Abdurrahman — ketika ajal ayahnya, Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, sudah dekat, beliau mengumpulkan anak-anaknya, lalu berkata:

  • Berputus asalah dari apa yang ada pada manusia — itulah kekayaan yang kontan
  • Tinggalkanlah meminta kebutuhan kepada manusia — itulah kemiskinan yang kontan
  • Jangan melakukan perbuatan yang kelak harus kamu mintakan maaf
  • Jika mampu, jadilah orang yang setiap harinya lebih baik daripada kemarin
  • Kerjakan setiap salat seperti salat perpisahan

Penjelasan Syaikh

Menadahkan tangan kepada manusia itu berarti kemiskinan yang kontan; dan melepaskan harapan dari manusia itulah kekayaan yang kontan.

Syaikh berkata, jangan menggantungkan hati kepada harta orang kaya, kekuatan orang yang kuat, atau kekuasaan orang yang berkuasa. Gantungkanlah hati kepada Raja di atas segala raja. Apa pun yang Anda butuhkan, katakanlah kepada-Nya saja — Ya Rabb.

Betapa banyak orang miskin sebenarnya kaya, karena ia puas dengan bagian yang Allah tetapkan untuknya; dan betapa banyak orang kaya sebenarnya fakir, karena yang ada padanya hanyalah "aku mau lebih".

Dalil — meminta itu hanya kepada satu pihak saja

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina." (Surah Ghafir 40:60 — Indonesian Islamic Affairs Ministry; terjemahan ayat secara lengkap)

Wasiat kelima adalah yang paling berat — setiap salat hendaknya seperti salat terakhir. Imam Syafi'i rahimahullah berkata, saat mengucapkan "Allahu Akbar", aku melemparkan dunia ke belakang punggungku.

Yang Perlu Dilakukan

  1. Jika ada kebutuhan, sampaikan dahulu kepada Allah — Ya Rabb; baru kemudian ke pintu manusia.
  2. Untuk perkataan atau perbuatan yang kelak harus Anda mintakan maaf, berhentilah sebelum mengucapkannya.
  3. Tambahlah sedikit setiap hari — apa yang kemarin Anda lakukan, hari ini lebihkan sedikit.
  4. Kerjakan setiap salat seperti salat perpisahan — seolah-olah inilah yang terakhir.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi tersendiri untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam grup bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi tersendiri untuk setiap masalah yang berbeda ★ Bagian panduan serta tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulis Session lewat pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: disusun berdasarkan ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan susunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga