ruqyah
Batasan Syar'i dalam Bermedia Sosial
Syekh Wahid Abdussalam Bali menggariskan beberapa batasan di sini. Jika salah satunya dilanggar, pintu 'ain dan hasad ke dalam rumah pun terbuka.
Isi artikel
Syekh Wahid Abdussalam Bali menggariskan beberapa batasan di sini. Jika salah satunya dilanggar, pintu 'ain dan hasad ke dalam rumah pun terbuka.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Facebook, WhatsApp, Instagram — sulit menemukan orang yang tidak punya akun di salah satunya. Media-media ini telah menempatkan dirinya sendiri di tengah kehidupan kita.
Tamu datang ke rumah, dengan susah payah ia datang. Baru mulai berbincang, sebuah pesan masuk — Anda meninggalkan tamu dan tenggelam dalam ponsel, lalu berlanjut ke pesan berikutnya.
Ayah yang sudah lanjut usia duduk di sana, ibu pun duduk di sana. Mereka ingin anaknya berbincang sebentar. Setengah jam, satu jam berlalu — sang anak asyik dengan layar, dan sang ayah tak punya teman bicara.
Maka pertanyaannya — apa saja aturan syar'i dalam menggunakan media-media ini?
Jawaban Syekh
Niat adalah batasan pertama — gunakanlah dengan niat menyebarkan kebaikan; baik saat mendengar maupun saat menulis.
Syekh berkata — merugikan orang lain, memutarbalikkan foto seseorang, menyebarkan kebohongan atau kabar bohong — sebanyak orang yang terjangkau, sebanyak itu pula dosa yang menumpuk di pundak Anda. Jika sebuah kabar sampai ke tangan Anda, periksalah dahulu, baru bagikan.
Batasan lainnya — tidak mengolok-olok siapa pun, tidak memanggil dengan julukan buruk. Allah sendiri telah memperingatkan hal ini dalam Surah Al-Hujurat, ayat 11.
Dalil — apa yang tersebar, Anda pun mendapat bagiannya
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
Barang siapa mengajak kepada petunjuk, baginya pahala sebanyak pahala orang-orang yang mengikutinya; hal itu tidak mengurangi sedikit pun dari pahala mereka. (Sahih Muslim 2674)
Ada pula sisi sebaliknya — Nabi ﷺ dalam mimpi melihat seseorang yang mengucapkan satu kebohongan lalu kebohongan itu menyebar hingga ke ufuk. (Sahih Bukhari)
Yang Perlu Dilakukan
- Luruskan niat — untuk menyebarkan kebaikan; dan jangan bagikan kabar apa pun tanpa memeriksanya.
- Jangan unggah foto rumah, acara, atau keluarga — dari sinilah pintu 'ain dan hasad terbuka.
- Letakkan ponsel di hadapan tamu, orang tua, atau anak — waktu itu milik mereka.
- Jangan unggah foto haji, umrah, atau sedekah — biarlah ibadah itu tetap rahasia antara Anda dan Allah.
Kursus Ruqyah Bulanan
★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi terpisah untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam grup bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi tersendiri untuk setiap masalah yang berbeda ★ Bagian panduan dan tanya jawab di setiap sesi
Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulislah Session di pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.
Sumber: Disusun berdasarkan ceramah Syekh Wahid Abdussalam Bali
Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center
Baca juga
Sihir Diperbarui Saat Kita Tidur?
Sering bermimpi makan dan minum? Bangun tidur badan terasa remuk? Hari ini Anda akan belajar amalan untuk menutup pintu tersembunyi tempat masuknya gangguan itu, insya Allah.
Ayat yang Jika Dibaca 7 Kali Membuat Waswas "Membeku"
Waswas yang berulang setiap hari, pikiran negatif, dan hambatan yang terus datang dalam pekerjaan — hari ini Anda akan belajar cara menghentikannya dengan sebuah amalan pagi hanya 2 menit, insya Allah.
Program Perlindungan Rahasia Surah Al-Baqarah
Syekh berkata — siapa yang istikamah dengan amalan ini, sebanyak apa pun sihir dilakukan dan sedekat apa pun tukang sihir itu — bahaya tidak akan menyentuhnya, insya Allah. Perlindungan bagi seluruh anggota rumah.