Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

Bisakah setan diusir dengan garam?

Jawaban Syaikh Bali memuat dua hal sekaligus — jalan Nabi ﷺ adalah yang terbaik, namun siapa pun yang melakukannya tidak boleh dicap sebagai pelaku bid'ah.

ruqyahmetode ruqyahsunahadab raqi
Isi artikel
  1. Bagaimana pertanyaan ini datang
  2. Jawaban Syaikh
  3. Dalil — tolok ukur ruqyah
  4. Yang perlu dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Jawaban Syaikh Bali memuat dua hal sekaligus — jalan Nabi ﷺ adalah yang terbaik, namun siapa pun yang melakukannya tidak boleh dicap sebagai pelaku bid'ah.

Bagaimana pertanyaan ini datang

Penanya sendiri adalah seorang raqi — sudah lama menekuni pekerjaan ini dan berusaha sekuat tenaga berpegang teguh pada sunah.

Ia berkata — dengan mandi menggunakan garam atau dengan pengasapan, atas karunia Allah saya mendapatkan hasil yang baik pada banyak pasien.

Pertanyaannya — jika hal ini tidak disebut sunah, tetapi dijelaskan sebagai mubah, apakah itu berdosa?

Di sinilah banyak raqi tersangkut — “saya mendapat hasil” dan “Nabi ﷺ melakukannya” bukanlah dua hal yang sama.

Jawaban Syaikh

Tidak ada satu pun yang terbukti bahwa Nabi ﷺ menaburkan garam atau menyuruh menaburkannya; mengikuti beliau adalah yang terbaik.

Beliau meruqyah para sahabat, dan juga menyuruh mereka meruqyah diri sendiri — tetapi beliau tidak menunjukkan jalan kepada garam atau sejenisnya. Maka sebaiknya berhenti pada tilawah: entah Anda yang membacakan untuknya, atau ia membaca untuk dirinya sendiri.

Dalil — tolok ukur ruqyah

اعْرِضُوا عَلَيَّ رُقَاكُمْ، لَا بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ تَكُنْ شِرْكًا

Tunjukkanlah kepadaku ruqyah-ruqyah kalian; tidak mengapa dengan ruqyah selama di dalamnya tidak ada syirik. (Sahih Muslim 2200)

Adab Syaikh juga patut dipelajari — jika seseorang beramal dengan pendapat yang berbeda, ia tidak boleh disebut pelaku bid'ah atau sesat; yang dikatakan adalah bahwa ia telah meninggalkan yang lebih baik.

Yang perlu dilakukan

  1. Periksalah lebih dulu, sebelum yang lain, apakah ada bayang-bayang syirik dalam ruqyah.
  2. Berhentilah pada tilawah — bacakan sendiri untuk pasien, atau mintalah ia membaca untuk dirinya sendiri.
  3. “Saya mendapat hasil” tidak otomatis berarti sunah — jangan menempatkan pengalaman di posisi dalil.
  4. Dalam perkara yang diperselisihkan, jangan mencap siapa pun sebagai pelaku bid'ah — peganglah adab ini.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi terpisah untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis seharga 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam grup bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi terpisah untuk setiap masalah yang berbeda ★ Bagian panduan serta tanya jawab pada setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulis Session di pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: Disarikan dari ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga