Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

Ruqyah

Kapan Sujud Sahwi, Sebelum atau Sesudah Salam

Syaikh Wahid Abdussalam Bali menyebutkan perbedaan pendapat para ulama, lalu menunjukkan — pendapat mana yang didukung oleh dalil.

RuqyahSalatSujud SahwiMasalah Fikih
Isi artikel
  1. Bagaimana Pertanyaan Ini Muncul
  2. Jawaban Syaikh
  3. Dalil — Apa yang Dilakukan Jika Ragu
  4. Yang Perlu Dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Syaikh Wahid Abdussalam Bali menyebutkan perbedaan pendapat para ulama, lalu menunjukkan — pendapat mana yang didukung oleh dalil.

Bagaimana Pertanyaan Ini Muncul

Anda lupa duduk setelah dua rakaat, sehingga tasyahud awal terlewat. Atau di tengah salat Anda tersadar — tadi saya sudah salat tiga rakaat atau empat?

Saat itu pikiran berputar — apakah saya harus sujud sahwi atau tidak, kalau sujud apakah sebelum atau sesudah salam, dan setelah sujud apakah harus membaca tasyahud lagi atau tidak.

Ada yang berkata selalu sebelum salam, ada yang berkata selalu sesudah salam. Mendengar semua itu, salat pun jadi kacau, keraguan menumpuk di hati.

Karena itu pertanyaannya sederhana — apakah sujud sahwi dilakukan sebelum salam, atau sesudah salam?

Jawaban Syaikh

Jika dalam salat terjadi kekurangan, sujud sahwi dilakukan sebelum salam, dan jika terjadi kelebihan, dilakukan sesudah salam.

Dalam hal ini para ulama berbeda pendapat — Imam Syafi'i rahimahullah berkata seluruhnya sebelum salam, Imam Abu Hanifah rahimahullah berkata seluruhnya sesudah salam. Adapun pendapat yang tampak kuat dalam mazhab Maliki dan Hanbali: untuk kekurangan dilakukan sebelum salam, untuk kelebihan sesudah salam — Syaikh berkata, dalil-dalil mendukung pendapat ini.

Dalil — Apa yang Dilakukan Jika Ragu

إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى ثَلَاثًا أَمْ أَرْبَعًا فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَا اسْتَيْقَنَ ثُمَّ يَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ

Jika salah seorang di antara kalian ragu dalam salatnya — apakah sudah salat tiga rakaat atau empat, hendaklah ia membuang keraguan itu dan berpegang pada yang ia yakini, kemudian sebelum salam ia melakukan dua sujud. (Sahih Muslim)

Suatu hari Nabi ﷺ berdiri meninggalkan tasyahud awal — beliau melakukan dua sujud sebelum salam. Pada hari lain terjadi kelebihan dalam salat — hari itu beliau sujud sesudah salam. (Sahih Bukhari dan Sahih Muslim)

Yang Perlu Dilakukan

  1. Jika ragu soal jumlah rakaat, ambillah yang lebih sedikit — anggaplah baru tiga rakaat, lalu kerjakan rakaat keempat.
  2. Selesaikan tasyahud secara lengkap, lalu sebelum salam lakukan dua sujud — setelah itu salam.
  3. Dalam sujud bacalah “Subhana Rabbiyal A‘la”, di antara dua sujud bacalah “Rabbighfir li”.
  4. Setelah sujud sahwi tidak ada tasyahud lagi — langsung saja ucapkan salam.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi tersendiri untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam grup bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi tersendiri untuk setiap masalah yang berbeda ★ Bagian panduan dan tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulis Session lewat pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: Disarikan dari ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga