Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

Cara Mengqada Salat yang Terlewat

Syaikh Bali tidak berhenti pada kata "qadalah" saja — beliau menjelaskan seluruh perhitungannya lengkap dengan buku dan pena.

ruqyahsalatqada salattobat
Isi artikel
  1. Bagaimana Pertanyaan Ini Muncul
  2. Jawaban Syaikh
  3. Dalil — Salatlah Begitu Teringat
  4. Yang Perlu Dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Syaikh Bali tidak berhenti pada kata "qadalah" saja — beliau menjelaskan seluruh perhitungannya lengkap dengan buku dan pena.

Bagaimana Pertanyaan Ini Muncul

Pertanyaannya sederhana — setelah balig, banyak salat kami yang terlewat; sekarang apa yang seharusnya kami lakukan?

Ada yang berpikir, hitungan sekian tahun itu tidak akan bisa dicocokkan lagi; jadi biarkan saja. Ada pula yang berpikir, asalkan mulai sekarang salat dengan benar, itu sudah cukup.

Syaikh pertama-tama mengutip ayat itu — salat adalah kewajiban atas orang-orang mukmin pada waktu yang telah ditentukan (Surah An-Nisa, ayat 103). Meskipun waktunya telah berlalu, tanggung jawab itu tetap ada.

Kemudian beliau menjelaskannya secara sangat praktis — bagaimana cara menghitung, bagaimana cara melaksanakannya.

Jawaban Syaikh

Salat-salat yang terlewat setelah balig, harus dilaksanakan — Nabi ﷺ bersabda bahwa utang kepada Allah lebih berhak untuk dilunasi.

Metode Syaikh: hitunglah berapa tahun salat yang terlewat, ubah tahun-tahun itu menjadi hari, ambil sebuah buku — tulis "qada hari pertama", lalu fajar dua rakaat, zuhur empat rakaat, dan seterusnya.

Hanya yang fardu, bukan sunah. Dan laksanakan hanya dengan rukun-rukunnya — membaca Al-Fatihah tanpa menambah surah, satu kali tasbih saat rukuk dan sujud, dan satu kali "Rabbighfir li" di antara dua sujud.

Dalil — Salatlah Begitu Teringat

مَنْ نَسِيَ صَلَاةً أَوْ نَامَ عَنْهَا فَكَفَّارَتُهَا أَنْ يُصَلِّيَهَا إِذَا ذَكَرَهَا

Siapa pun yang meninggalkan salat karena lupa atau tertidur, kafaratnya adalah — melaksanakannya begitu ia teringat. (Sahih Muslim 684)

Syaikh mengingatkan — pada hari kiamat, salat-salat ini akan dimintai perhitungannya. Karena itu, mulai hari ini mulailah melunasinya sedikit demi sedikit.

Yang Perlu Dilakukan

  1. Hitunglah berapa tahun salat yang terlewat lalu ubah menjadi hari; bukalah sebuah buku.
  2. Di samping salat rutin setiap hari, tambahkan beberapa salat qada, dan teruslah mencoretnya di buku.
  3. Laksanakan hanya yang fardu — sunah-sunah tidak perlu dihitung di sini.
  4. Laksanakan secara ringkas dengan rukun-rukunnya saja; buatlah mudah agar tidak berhenti di tengah jalan.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi tersendiri untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi secara berkelompok dengan raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi tersendiri untuk setiap masalah yang berbeda ★ Bagian panduan serta tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulislah Session di pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: Disarikan dari ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan susunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Pusat Penyembuhan Ruqyah Al-Qur'an

Baca juga