Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

Bolehkah Mengkhatamkan Al-Qur'an lalu Menghadiahkan Pahalanya kepada Mayit?

Syaikh Wahid Abdussalam Bali di sini membeberkan perhitungan dalilnya — yang sampai kepada mayit adalah tepat enam amalan, dan semuanya telah ditetapkan dalam hadis.

ruqyahdoa untuk mayitsedekah jariyahdalil
Isi artikel
  1. Bagaimana Pertanyaan Ini Muncul
  2. Jawaban Syaikh
  3. Dalil — Tiga Hal yang Tetap Berjalan
  4. Yang Perlu Dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Syaikh Wahid Abdussalam Bali di sini membeberkan perhitungan dalilnya — yang sampai kepada mayit adalah tepat enam amalan, dan semuanya telah ditetapkan dalam hadis.

Bagaimana Pertanyaan Ini Muncul

Seseorang di rumah telah meninggal dunia. Di tengah duka, ada yang berkata — mari, kita adakan khataman bersama.

Juz-juz dibagi, ditentukan siapa membaca juz yang mana. Setelah selesai membaca, dikatakan — pahala tilawah ini kami hadiahkan kepada almarhum.

Orang yang melakukannya, melakukannya karena rasa cinta. Namun tetap ada pertanyaan di dalam hati — benarkah ini sampai kepadanya?

Pertanyaan inilah yang diajukan kepada Syaikh Bali — dan beliau menjawab dengan menguraikan perhitungan dalil satu per satu.

Jawaban Syaikh

Ketika seorang hamba meninggal, amalannya terputus — setelah itu hanya sebatas apa yang didukung oleh dalil yang sampai kepadanya.

Enam amalan yang terbukti dengan dalil: doa untuk mayit, sedekah, haji atas namanya, umrah, puasa oleh walinya jika masih ada puasa yang tertinggal, dan pelunasan utangnya. Untuk masing-masingnya ada hadis sahih.

Tetapi bagaimana dengan sampainya pahala tilawah? Nabi ﷺ tidak mengatakan hal seperti itu dan tidak pula melakukannya; para sahabat pun tidak melakukannya. Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama, namun menurut Syaikh pendapat yang lebih kuat — pahala tilawah tidak sampai kepada mayit.

Dalil — Tiga Hal yang Tetap Berjalan

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Apabila manusia meninggal, amalannya terputus kecuali tiga — sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya. (Sahih Muslim 1631)

Seorang perempuan datang dan berkata, ayahku telah meninggal. Nabi ﷺ bersabda — Berhajilah dan berumrahlah atas nama ayahmu. Tentang utang, kisah Abu Qatadah radhiyallahu 'anhu ada dalam Sahih Bukhari.

Yang Perlu Dilakukan

  1. Doakan ayah dan ibu setiap hari — inilah jalan yang paling pasti.
  2. Siapkan sedekah jariyah atas nama mereka — penyediaan air, buku, ilmu, atau kebaikan permanen lainnya.
  3. Jika ada utang, lunasilah; jika ada puasa yang tertinggal, hendaklah wali menunaikannya.
  4. Dalam masalah yang diperselisihkan, jangan menyalahkan siapa pun — tempuhlah sendiri jalan dalil.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi terpisah untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam grup bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi terpisah untuk setiap masalah yang berbeda ★ Bagian panduan dan tanya jawab di setiap sesi

Hadiah kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulis Session melalui pesan — saya akan kirimkan tautan formulirnya, insya Allah.


Sumber: Disarikan dari ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga